Erwin perampok di Pulomas minta ditembak mati polisi
Erwin mengaku tidak punya niat menghilangkan nyawa orang saat melakukan aksi perampokan. Atas alasan itu Erwin meminta ditembak mati polisi. Dia mengaku baru mengetahui ada enam korban tewas dari aksinya bersama Ramlan Butar-Butar.
Erwin, salah satu tersangka komplotan perampok Pulomas yang dikomandoi Ramlan Butar-Butar baru mengetahui ada korban tewas dari aksi mereka di rumah Ir Dodi Triono di Jalan Pulomas Utara, No 7A, Jakarta Timur, akhir Desember 2016. Enam orang tewas setelah disekap di kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter.
Setelah mengetahui korbannya tewas, Erwin mengajukan permintaan pada polisi. "Dia minta ditembak mati saja," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Senin (2/1).
Argo menuturkan alasannya Erwin meminta ditembak mati. Erwin mengaku tidak punya niat menghilangkan nyawa orang saat melakukan aksi perampokan. "Dia (Erwin) baru tahu ada korban meninggal, karena setiap dia beraksi enggak pernah memakan korban," kata Argo.
Seperti diberitakan sebelumnya, Erwin bersama Ramlan Butar Butar ditangkap di daerah Bekasi, Jawa Barat. Saat melakukan penangkapan, Ramlan yang merupakan otak dari aksi perampokan itu tewas saat ditembak bagian kakinya dan mengenai pembulu darah.
Baca juga:
Akhir pelarian Ius Pane, ditangkap saat mau ngumpet di rumah saudara
Polisi akan geledah kontrakan Ius Pane di Bekasi
Ekspresi perampok Pulomas Ius Pane saat tiba di Bandara Halim
Kapolda Metro sebut Ius Pane tertangkap kasus Pulomas tuntas sudah
Kapolda: Ius Pane dkk merampok tiga kali dalam seminggu
Kapolda: Ius Pane ditangkap saat turun dari bus ALS
Kapolda sebut Ius Pane kabur ke Medan mau sembunyi di rumah saudara