LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Erick Thohir: Kita Negara Muslim Terbesar, tapi Tidak Masuk Produsen Halal Terbesar

Sebagai negara mayoritas muslim terbesar, menurut Erick, Indonesia sebetulnya memiliki peluang untuk masuk daftar produsen halal terbesar di dunia.

2023-01-30 07:11:26
erick thohir
Advertisement

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Data terbaru, Indonesia memiliki 86,7% penduduk muslim dari total populasinya yang mencapai 273 juta jiwa.

"Kalau kita lihat juga dari data-data yang ada, kita tentu negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia, dan kalau kita lihat data-data ini, kelas menengah kita pun akan makin besar angkanya," ucap Erick, saat acara Silaturahmi Akbar Keluarga Besar Mathla'ul Anwar di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Minggu (29/1).

Sebagai negara mayoritas muslim terbesar, Indonesia sebetulnya memiliki peluang untuk masuk daftar produsen halal terbesar di dunia. Namun kenyataannya, Indonesia tidak masuk dalam negara produsen halal terbesar di dunia.

Advertisement

"Kalau lihat data-data ekonominya, kita tidak masuk menjadi negara produsen halal terbesar di dunia, lima besar pun tidak. Yang masuk itu Brasil, Amerika, China, yang bukan negara muslim terbesar," tutur Erick.

Selama ini, lanjut Erick, Indonesia malah menempati posisi pertama dari lima besar pasar makanan halal dengan valuasi US$ 147 miliar. Disusul, Bangladesh di posisi kedua dengan US$ 125 miliar, ketiga ada Mesir dengan US$ 120 miliar, Pakistan dengan US$ 88 miliar, hingga Nigeria dengan US$ 86 miliar.

Advertisement

Menurut Erick, kondisi ini membuat Indonesia terlena dan bangga dengan status sebagai negara mayoritas muslim terbesar. Lantas, Erick menjabarkan data berdasarkan sumber global economy report tahun 2020-2021.

Data itu menyebutkan lima eksportir produk halal dunia pada 2020. Brazil menduduki peringkat pertama dengan valuasi US$ 16,5 miliar.

Kemudian peringkat kedua ada India dengan US$ 15,4 miliar, lalu ketiga adalah Amerika Serikat dengan valuasi US$ 13,2 miliar, ada keempat Rusia dengan US$ 12,7 miliar, dan kelima ditempati China dengan valuasi US$ 9,5 miliar.

"Persepsi ini yang harus kita putar balikkan. Kita tidak boleh hanya sekadar menjadi penonton dan hanya mengonsumsi. Namun, kita harus menjadi produsen," tegasnya.

(mdk/tin)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.