LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Erick Thohir Dinilai Potensial Ditunjuk Megawati Jadi Cawapres Ganjar

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai Menteri BUMN Erick Thohir berpotensi dipinang PDI Perjuangan (PDIP) untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) Ganjar Pranowo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

2023-06-06 01:00:00
erick thohir
Advertisement

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai Menteri BUMN Erick Thohir berpotensi dipinang PDI Perjuangan (PDIP) untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) Ganjar Pranowo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Penilaian Burhanuddin ini bukan tanpa alasan. Sebab, partai berlambang banteng itu memiliki pola konsisten dalam setiap kontestasi demokrasi yakni menjodohkan pemimpin bercorak nasionali dan religius.

Menurut Burhanuddin, Erick Thohir merupakan kader dari organisasi Islam terbesar di dunia dan Indonesia yakni Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, Erick Thohir memiliki hubungan yang sangat dekat dengan partai bercorak Islam yakni PAN.

Advertisement

“Kalau PDI Perjuangan tergantung ke mana ibu Megawati melirik dan kalau kita perhatikan lirikan Ibu Mega itu kalau biasa berkaitan dengan capres cawapres, itu cawapres diambil dari kubu religius atau kubu agama. Erick Thohir yang kita tahu dekat dengan PAN,” kata Burhanuddin, Selasa (6/6).

Dia kemudian menjelaskan pola penjodohan capres dan cawapres yang dimiliki oleh PDIP tidak pernah berubah. Seperti halnya ketika Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri menjadi presiden, wakilnya adalah Hamzah Haz.

Kala itu, Hamzah Haz adalah Ketum PPP dan aktivis dari PMII dan NU. Kemudian ketika Megawati maju pada Pilpres 2004 lalu, ia menggandeng Ketum PBNU kala itu yakni KH Hasyim Muzadi.

Advertisement

“Kemudian ketika maju 2004, itu beliau memilih Kiai Hasyim Muzadi, Ketum PBNU saat itu meskipun kalah di putaran kedua melawan SBY,” ujar Burhanuddin.

Pola perjodohan pemimpin nasionalis–religius ini kembali diterapkan oleh PDIP bersama Megawati ketika mengusung Presiden Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019. Di periode pertama, orang nomor satu di Indonesia tersebut berpasangan dengan Jusuf Kalla yang merupakan aktivis HMI dan pengurus NU.

Kemudian di periode kedua, Presiden Jokowi kembali dijodohkan dengan tokoh pemimpin religius yakni Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin.

Maka dari itu, Erick Thohir yang merupakan kader NU dan memiliki hubungan dekat dengan partai bercorak Islam seperti PAN dinyatakan oleh Burhanuddin mempunyai peluang untuk dipinang oleh PDIP di Pilpres 2024 mendatang.

“Kebetulan Erick Thohir sudah cukup aktif lama sebagai warga NU bahkan Anggota Kehormatan Banser terakhir mendapatkan amanah Ketua Panitia Harlah Satu Abad NU,” pungkas Burhanuddin.

(mdk/tin)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.