LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Era Globalisasi, Indonesia Butuh Benteng Penangkal Ideologi selain Pancasila

Pemerintah perlu membuat suatu undang-undang (UU) yang dapat membentengi serta mengakomodasi beragam tantangan dalam program sosialisasi nilai-nilai Pancasila.

2021-07-01 18:11:08
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila
Advertisement

Di era globalisasi saat ini, sejumlah pengaruh asing rentan paparan pengaruh budaya asing hingga radikalisme. Untuk itu, Mantan Kabareskrim Polri dan Dubes RI Untuk Mesir, Komjen (Purn) Nurfaizi Suwandi mengatakan Indonesia butuh semacam benteng untuk menangkal ideologi selain Pancasila.

Duta Besar RI untuk Mesir ini mengatakan ada konsep The Greatwall Interception of Indonesia. Yakni, konsep keamanan berbasis teknologi informasi ini, menurut dia, berperan sebagai tembok yang dapat membentengi rakyat Indonesia dari pengaruh luar.

"Jadi konsep The Greatwall Interception of Indonesia adalah tembok yang membentengi Indonesia dari pengaruh luar maupun ke dalam," kata Nurfaizi, Kamis (1/7).

Advertisement

Nurfaizi menilai pemerintah perlu membuat suatu undang-undang (UU) yang dapat membentengi serta mengakomodasi beragam tantangan dalam program sosialisasi nilai-nilai Pancasila. Pasalnya, UU yang ada saat ini belum bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

Sementara itu, pengamat keamanan dan pertahanan Muradi menambahkan sistem integritas keamanan nasional belum sempurna. Sebab, ada beberapa contoh kasus yang perlu diclearkan seperti pencurian database kependudukan di Indonesia serta sanksi terhadap pelaku yang memperjualbelikan data tersebut.

"Masalah ini dan masalah krusial lain seperti pencurian rahasia negara perlu dilindungi dalam satu payung besar Undang Undang Keamanan Nasional," ujarnya.

Advertisement

"Harus clear di antara aktor keamanan, tata kelola harus diperjelas. Begitu juga sarana dan prasarana," lanjut Aktivis 98 ini.

Melihat pentingnya ekosistem keamanan, Muradi menilai bahwa kuncinya berada di tangan tiga pihak yang menjadi aktor, yakni intelijen, polisi, serta militer.

Para aktor penjaga keamanan ini, menurut Muradi, harus senantiasa aktif dalam usaha membuat ekosistem yang terintegrasi baik demi menjaga keamanan nasional. "Jika ketiga komponen keamanan tersebut sudah bersinergi baik, niscaya kita hanya tinggal merasakan manfaat dari ekosistem tersebut," bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Nasional Setara Institute Romo Benny Susetyo menyoroti masih mencuatnya persoalan mengenai ideologi di era digital saat ini.

Menurut dia, banyak yang jatuh pada hoaks yang viral, sehingga energi habis untuk merespons suatu isu. "Sudah seharusnya kita harus bergerak maju dan meninggalkan konflik" ujar Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP ini.

Romo Benny juga mengatakan, jika Pancasila sudah final, maka sudah waktunya diaktualisasikan tindakan dan kebijakan. Sebab, selama ini Pancasila hanya merupakan lips service dan berhenti pada jargon semata.

Baca juga:
Ketua MPR: Evaluasi Kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Nadiem Ungkap Bung Karno Inspirasi Rumuskan Profil Pelajar Pancasila
Megawati Ingin Populerkan Salam Pancasila untuk Ingatkan Pentingnya Nasionalisme
Mulai 1 Juli, PNS Wajib Baca Pancasila Tiap Rabu dan Jumat
1 Juli, Instansi Pemerintah Diimbau Gelar Apel, Putar Indonesia Raya & Baca Pancasila
Survei Median: 44,6 Persen Pancasila Sudah Dilaksanakan dengan Baik dan Benar

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.