Era 1960-an, gemuruh MiG dan raksasa bernama AURI
Kemesraan dengan Blok Timur dan konfrontasi di Irian Barat membuat Indonesia terus memperkuat angkatan perangnya.
Era kejayaan TNI Angkatan Udara periode 1960-an mungkin akan sulit terulang. Saat itu Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) benar-benar menjadi raksasa di Asia.
Tahun 1962 adalah awal kejayaan AURI. Kemesraan dengan Blok Timur dan konfrontasi di Irian Barat membuat Indonesia terus memperkuat angkatan perangnya. Hampir seluruh peralatan perang tercanggih di masa itu dimiliki TNI, tak terkecuali AURI. Demikian ditulis dalam buku Bakti TNI Angkatan Udara 1946-2003.
Di masa itu, para pejabat TNI gemar berkunjung ke Uni Soviet, Rusia atau negara-negara Blok Timur. Dengan anggaran pertahanan hampir tak terbatas dan dukungan dari Rusia dan Uni Soviet, ringan saja Indonesia membawa pulang aneka persenjataan matra darat, laut dan udara.
Kekuatan udara RI saat itu ada pada jet-jet tempur MiG berbagai seri. Tak hanya itu, pembom jarak jauh TU-16 KS juga tergolong sangat canggih saat itu. Bahkan di kalangan Blok Timur, tidak semua negara diizinkan Soviet memilikinya.
Berikut daftar kekuatan AURI periode awal 1960-an:
1. 41 helikopter Mi-4
2. 9 helikoper Mi-6
3. 8 helikopter SM-1
4. 6 pesawat An-12B
5. 30 pesawat MiG-15
6. 49 pesawat Mig-17
7. 10 pesawat MiG-19
8. 20 pesawat MiG-21
9. 12 pesawat Tu-2
10. 14 pesawat Tu-16 KS
11. 22 pesawat IL-28
Di luar itu, AURI masih memiliki berbagai pesawat lain. Di antaranya delapan pesawat B-25 Mitchell, B-26 Invader, 12 pesawat P-51 Mustang, 10 pesawat C-130 Hercules, 24 pesawat DC-3 Dakota dan 21 pesawat IL-14 Avia.
Dengan modal itu, RI mampu memaksa Belanda meninggalkan Irian Barat. Saat itu pula AURI mampu memerintahkan pesawat-pesawat Inggris kembali ke Kapal Induk saat melintasi Selat Sunda. Australia pun hanya mampu melihat, tanpa bisa berbuat apa-apa ketika pesawat-pesawat TU-16 milik Indonesia terbang berkali-kali di wilayah udara mereka.
(mdk/dan)