LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Epidemiolog Soal Varian AY.4.2: 15 Persen Lebih Menular Daripada Delta

Dicky menyebut, varian AY.4.2 mengontribusi peningkatan kasus Covid-19 di Inggris, Israel, Rusia, dan China.

2021-10-29 12:42:13
Corona di Indonesia
Advertisement

Epidemiolog Griffith, Dicky Budiman mengatakan varian AY.4.2 asal Inggris lebih berbahaya dibandingkan varian Delta. Berdasarkan data, varian yang dikenal dengan sebutan Delta plus ini 15 persen lebih cepat menular.

"Diduga sejauh ini data menunjukkan 10 sampai 15 persen lebih cepat menular daripada Delta variant leluhurnya. Dan ini sangat serius," katanya kepada merdeka.com, Jumat (29/10).

Dicky menyebut, varian AY.4.2 mengontribusi peningkatan kasus Covid-19 di Inggris, Israel, Rusia, dan China.

Advertisement

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan pemerintah memaksimalkan empat strategi untuk mencegah masuknya varian AY.4.2. Pertama, memaksimalkan karantina bagi pelaku perjalanan internasional.

Kedua, memperketat pelaksanaan protokol kesehatan 3M (menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan). Ketiga, memaksimalkan 3T (testing, tracing, treatment).

"Kemudian vaksin agar dapat mencegah masuknya semua jenis varian baru sekaligus meminimalisir pembentukan mutasi baru dalam negeri," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (28/10).

Advertisement

Wiku menjelaskan AY.4.2 sebetulnya bukan varian baru. Varian tersebut merupakan bagian dari varian Delta yang mengalami perubahan atau mutasi tambahan.

"Jenis varian A.Y dari mutasi Delta ini cukup beragam, yaitu dari A.Y.1 hingga A.Y.2.8," sambungnya.

Menurut Wiku, pemerintah belum mengetahui karakteristik dari varian AY.4.2. Baik dari tingkat penularan, keparahan gejala, maupun respons terhadap vaksinasi.

"Karena studi terkait hal tersebut masih berlangsung," pungkasnya.

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.