Epidemiolog Sebut Pola Kenaikan Covid-19 saat Ini di RI dan India Sama
Selain varian Delta merebak, Indonesia dan India sama-sama menghadapi krisis oksigen. Krisis oksigen ini memicu peningkatan kasus kematian pada pasien Covid-19.
Ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono mengatakan pola penularan serta kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia dan India sama. Kenaikan kasus Covid-19 di dua negara ini sama-sama disebabkan varian baru Delta.
"Dulu di India namanya tsunami. Saya tidak tahu apakah ini tepat disebut tsunami, tetapi karena jumlah penduduknya kan tidak sebesar India. Tetapi polanya sama, ini India juga sebenarnya," kata Pandu dalam diskusi virtual, Selasa (6/7).
Selain varian Delta merebak, Indonesia dan India sama-sama menghadapi krisis oksigen. Krisis oksigen ini memicu peningkatan kasus kematian pada pasien Covid-19.
Pandu kemudian menyinggung kekurangan oksigen di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito Yogyakarta yang mengakibatkan 33 pasien pasien Covid-19 meninggal dunia.
"Kita lihat salah satu rumah sakit di DI Yogyakarta itu terjadi disruption suplai oksigen katanya mengklaim banyak kematian yang terjadi karena tiba-tiba tidak ada oksigen," ujarnya.
Menurut Pandu, kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia akan terus terjadi sepanjang Juli 2021. Jika, pemerintah tidak bisa mengambil langkah cepat dan tepat untuk menekan laju penularan Covid-19.
"Ini masih lama loh, selama bulan Juli ini kalau memang responsnya tidak cukup kuat, akan terjadi peningkatan terus. Jadi ini akan jauh lebih dahsyat dibandingkan yang terjadi pada Januari dan Februari," ucap dia.
Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama juga melihat pola kenaikan kasus Covid-19 serta krisis oksigen di Indonesia dan India sama.
"India pernah 9.000 sekian (kasus Covid-19 harian) bulan Februari. Pada pertengahan Mei 400.000 kasus baru Covid-19 sehari. Itu naik 40 kali lipat. Dengan segala masalahnya, rumah sakit penuh, oksigen tidak ada juga sama persis (dengan Indonesia)," kata Tjandra.
Meski demikian, lanjut Tjandra, India sudah bisa mengendalikan laju penularan Covid-19. Hal itu ditandai dengan penambahan kasus Covid-19 harian di India kini hanya 40.000 dalam sehari.
"Sekarang yang 400.000 itu menjadi 40.000 dalam waktu tidak sampai dua bulan," tandasnya.
Baca juga:
Petugas PPSU Kayu Putih Inisiatif Bikin Peti Jenazah Covid-19
Dinkes: 5.000 Anak Usia 0-17 Tahun di Bali Terpapar Covid-19
Di Balik Melonjaknya Covid-19 di Jakarta
Luhut Minta Bantuan Singapura dan China untuk Penanganan Covid-19
Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Menurun, Kematian dan Kesembuhan Meningkat
Atasi Kelangkaan, Menko Luhut Pesan 10.000 Oksigen Konsentrator dari Singapura
Luhut: Jangan Ada yang Underestimate Indonesia Tak Bisa Atasi Covid-19