LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Epidemiolog Minta Pemerintah Buat Aturan Jelas Larangan Kerumunan

Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko Wahyono menilai wajar pemerintah melakukan relaksasi dan pembatasan masa libur.

2021-10-27 12:46:41
Protokol Kesehatan
Advertisement

Pemerintah melakukan relaksasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level. Di saat bersamaan, pemerintah justru membatasi masa cuti dan libur.

Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko Wahyono menilai wajar pemerintah melakukan relaksasi dan pembatasan masa libur. Sebab, relaksasi PPKM bertujuan untuk memulihkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Sedangkan pembatasan libur untuk mencegah kerumunan.

"Jadi menurut saya, libur dipangkas berhubungan dengan kerumunan, bukan mobilitas. Kalau mobilitas silakan, tetapi jangan berkerumun," katanya saat dihubungi merdeka.com, Rabu (27/10).

Advertisement

Kenyataan di lapangan, relaksasi PPKM menimbulkan kerumunan. Misalnya, aktivitas di pasar dan kawasan wisata jadi meningkat sehingga menimbulkan kerumunan.

Menurut Tri, pemerintah harus membuat aturan jelas untuk membatasi kerumunan di tempat tertentu. Pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

Inmendagri, kata dia, sifatnya terbatas karena hanya ditujukan untuk pemerintah daerah.

Advertisement

"Inmendagri itu ke pemda, tidak mengikat pada penduduk," tegasnya.

Setelah membuat aturan, pemerintah harus mengawasi ketat pelaksanaan larangan berkerumun. Pemerintah perlu menerjunkan petugas untuk mengawasi aktivitas masyarakat di tempat tertentu.

"Pengawasan itu perlu. Tapi kalau pengawasan tanpa peraturannya apa yang mau diawasi," tandasnya.

Baca juga:
Wamenkes Ingatkan Gelombang Ke-3 Covid-19 Ditentukan Perilaku Masyarakat
Kepatuhan Prokes dalam Sepekan Terakhir Masih di Atas 90 Persen
Membuka Masker Saat di Pesawat Menambah Risiko Terpapar Covid-19
Cegah Covid-19, Ini Langkah Cuci Tangan yang Benar dari WHO
Pemerintah Masih Temukan Pelanggaran Protokol Kesehatan di Tempat Wisata & Restoran

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.