Epidemiolog Ingatkan Jangan Remehkan Omicron, Ini Dampak Jangka Pendek dan Panjangnya
Epidemiolog mengingatkan agar tidak meremehkan Omicron. Lantaran ada banyak efek lanjutan akibat sikap meremehkan yang bisa berdampak buruk bagi penanganan Covid-19.
Epidemiolog Dicky Budiman merespons kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia akibat varian Omicron. Dia menegaskan, sebagai variant of concern, Omicron berpotensi memperburuk pandemi.
Dia mengingatkan agar tidak meremehkan Omicron. Lantaran ada banyak efek lanjutan akibat sikap meremehkan yang bisa berdampak buruk bagi penanganan Covid-19.
"Karena dengan meremehkan jadi abai, dengan meremehkan mitigasinya jadi seadanya, jadi tidak kuat dan itu yang akhirnya merugikan kita," kata dia saat dihubungi Merdeka.com, Minggu (13/2).
Dia menegaskan, dampak Covid bukan hanya jangka pendek dalam bentuk orang sakit. Tapi ada pula jangka menengah dan jangka panjang.
Dampak jangka pendek Covid-19, yakni dapat menyebabkan lahirnya varian baru. Jika penyebarannya tidak terkendali.
"Jangka panjang ada yang disebut dengan long Covid. Ini yang akan merugikan kita karena menurunkan kualitas kesehatan masyarakat," urainya.
Indonesia sebetulnya sudah memiliki pengalaman mengendalikan gelombang Covid. Ketika harus berhadapan gelombang alfa dan delta.
"Omicron ini strateginya sebetulnya sama, tapi karena musuh kita ini lebih gesit lebih pintar, bukan hanya pintar menginfeksi saja tapi juga pintar menghindari pertahanan tubuh kita antibodi kita. Baik karena vaksinasi atau pernah terinfeksi maka strategi kita jua harus lebih cepat kuat dan pintar juga," ucap dia.
Sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan kenaikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 nasional sebanyak 55.209 orang. Kenaikan ini terjadi dalam 24 jam terakhir hingga hari ini, Sabtu 12 Februaru 2022 pukul 12.00 WIB.
Peningkatan 55.209 kasus Covid-19 ini merupakan tertinggi sejak puncak gelombang kedua atau pada 15 Juli 2021. Saat itu, kasus Covid-19 harian bertambah 56.757 orang.
Total kasus positif Covid-19 di Tanah Air menjadi 4.763.252. Data ini merupakan akumulasi sejak kasus Covid-19 terdeteksi di Indonesia pada 3 Maret 2020.
Pasien sembuh dari Covid-19 nasional juga bertambah, yakni 32.570. Sehingga total pasien sembuh dari virus SARS-CoV-2 itu menjadi 4.282.847.
Selain kasus konfirmasi positif Covid-19 dan pasien sembuh, kasus kematian juga meningkat, yakni 107. Total kasus kematian akibat Covid-19 mencapai 145.065.
Peningkatan kasus konfirmasi positif mengakibatkan jumlah pasien Covid-19 yang menjalani perawatan maupun isolasi atau kasus aktif ikut bertambah. Hingga hari ini, tercatat ada 335.340 kasus aktif Covid-19.
(mdk/noe)