LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Engkos Kosasih Bertahan di Lokasi Longsor Sukabumi

Pilihan masyarakat masih menetap di Desa Sirnaresmi juga karena kebutuhan yang tercukupi. Karena kawasan tersebut memiliki sumber mata air dan cocok untuk bertani.

2019-01-04 08:35:00
Longsor Sukabumi
Advertisement

Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap membantu warga Desa Sirnaresmi, Sukabumi untuk relokasi setelah terjadinya longsor. Namun ternyata tawaran tersebut tidak sepenuhnya diterima oleh warga. Ada beberapa warga memutuskan untuk tetap tinggal di sana.

Salah satu warga yang ingin tetap tinggal adalah Engkos Kosasih. Warga Dusun Garehong ini memutuskan untuk tetap tinggal meskipun telah mendapatkan tawaran pindah. Walaupun akibat tanah longsor tersebut menyebabkan anggota keluarganya meninggal dunia.

Dia mengungkapkan, bencana dan nyawa adalah kehendak Yang Maha Kuasa, tak bisa diprediksi.

Advertisement

"Begini orang tinggal di pinggir laut, itu kan udah dikasih sen (tanda) hati hati ini bencana. Tapi tetep aja kan yang di pinggir-pinggir laut itu masih banyak juga. bencana itu bukan dibikin sama orang, itu aturan Yang Maha Kuasa," kata Engkos saat berbincang dengan merdeka.com di Desa Sirnaresmi, Kamis (3/12).

Engkos mengatakan, Desa Sirnaresmi aman sejak ditinggali para leluhur dahulu, bahkan sebelum negara Indonesia dibentuk. Hingga akhirnya dia lahir, puluhan warga desa hidup aman dan tentram tanpa ada tanda-tanda bencana.

"Itu kan kalau (bencana) itu urusan yang ngatur, urusan Yang Maha Kuasa. Biar ini di tempat curam tapi sudah ratusan tahun enggak ada apa apa kan tetep enak aja gitu," jelasnya.

Advertisement

Pilihan masyarakat masih menetap di Desa Sirnaresmi juga karena kebutuhan yang tercukupi. Karena kawasan tersebut memiliki sumber mata air dan cocok untuk bertani.

"Lagian setiap makan di sini enggak susah pasti betah di situ," ucap mantan kepala Desa Sirnaresmi tersebut.

Meski bencana sudah terjadi, Engkos tetap santai. Dia tetap tinggal dan menjalani aktivitas biasa. Membuka usaha warung sederhana. Dia hanya waspada dan menyerahkan urusan nyawa kepada Tuhan.

"Soalnya gak ada tanda tanda dari awal kecuali kalau udah di situ baru di tempatin beberapa tahun (longsor), kalau ini mah udah puluh puluh tahun (aman)," tandasnya.

Baca juga:
Gubernur Emil Yakin Pemkab Sukabumi Mampu Tangani Bencana Longsor
Mengintip Aksi Cekatan 10 Prajurit TNI Racik Makanan di Dapur Umum Pengungsian
Insiden Tanah Longsor, Warga Kampung Cimapag Belum Paham Kawasan Rawan Bencana
Mensos Beri Santunan Rp 195 Juta untuk 13 Korban Tewas Longsor Sukabumi
Hujan-hujanan, Mensos Tinjau Korban Longsor Sukabumi

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.