Endang di mata keluarga dan kerabat
Berita Indonesia cepat, aktual, serius, unik, dan baru: "Ibu itu tidak pernah mau menerima pemberian orang," kata Ria, sekretaris Endang Rahayu.
Semasa hidupnya almarhum Endang Rahayu Sedyaningsih dikenal sebagai pribadi yang sederhana. Kenangan indah orang-orang terdekat atas kebaikan Endang selalu terkenang.
Dalam peluncuran buku "Untaian Garnet Dalam Hidupku" karya Endang Rahayu Sedyaningsih yang diselenggarakan di Gedung Kompas Gramedia, Jl Palmerah Barat, Jakarta Selatan, Rabu (16/5), orang-orang terdekat bercerita mengenai pengalamannya.
Salah satu kenangan yang diingat betul oleh sang suami, Renny Mamahit adalah saat Endang menolak berlian pemberiannya. "Pernah saya memberikan berlian, beliau menolaknya. Terpaksa, dengan rasa malu saya kembalikan ke toko tempat saya membeli," cerita Renny Mamahit seraya tertawa.
Hal senada juga diungkapkan mantan sekretaris Endang yang sekarang berdinas di Sekretaris Badan Litbangkes Kemkes Ria Sukarno. "Ibu itu tidak pernah mau menerima pemberian orang," kata Ria.
Sementara itu, Arifin Panigoro selaku Penggiat dan Suporter Komnas Pengendalian Tembakau menceritakan bagaimana kerasnya perjuangan almarhumah dalam memperjuangkan RPP Tembakau. "Memang perjuangannya sangat kuat untuk melawan industri rokok," ujar Arifin.
Ketua Komisi IX DPR RI Ribka Tjiptaning mengingat almarhumah sebagai orang yang tidak pernah mengeluh tentang penyakit di dalam bekerja. "Jauh sebelum berita tentang penyakit kanker ibu diangkat media, saya sudah lebih dulu tahu," ujar Ribka. Ribka yang juga seorang dokter mengaku terkejut ketika dia mengetahui jika kanker yang diderita Endang sudah stadium empat.(mdk/did)