LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Enam sapi di Maros mati mendadak, tiga diantaranya terjangkit Antraks

Sejak 1 Agustus sudah enam ekor sapi mati mendadak. Hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner menyebutkan, dari enam sapi itu tiga diantaranya positif Antraks. Untuk hewan kurban, dinas terkait berjanji melakukan pengawasan ketat.

2017-08-29 12:38:07
Virus anthrax
Advertisement

Enam ekor sapi di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulsel, mati mendadak. Tiga ekor diantaranya dinyatakan terjangkit virus antraks. Itu diketahui berdasarkan hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner Kabupaten Maros.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulsel, Abdul Azis membenarkan kejadian ini. Dia menuturkan, sejak 1 Agustus sudah enam ekor sapi mati mendadak. Kejadian ini dilaporkan Dinas Peternakan daerah setempat ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel yang selanjutnya dikoordinasikan dengan Balai Besar Veteriner Kabupaten Maros.

"Hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner menyebutkan, dari enam sapi itu tiga diantaranya positif Antraks. Selebihnya negatif namun sapi-sapi tersebut semuanya sudah dibakar dan dikubur termasuk yang negatif Antraks untuk mengantisipasi kemungkinan adanya virus Antraks juga di sapi-sapi itu," ungkap Abdul Azis saat ditemui di kantornya, Selasa, (29/8).

Advertisement

Pihaknya langsung melakukan isolasi berupa pemusnahan dengan cara membakar dan menguburkan sapi yang mati. Pihaknya juga menginstruksikan Dinas Peternakan setempat untuk membatasi mutasi ternak-ternak lainnya yang berasal dari daerah sumber penyakit antraks tersebut.

"Isolasinya bisa sampai 1 hingga 2 bulan ke depan karena virus Antraks itu adalah sesuatu yang tidak terlihat jadi tidak boleh diyakini virusnya benar-benar sudah hilang. Sebenarnya spora antraks itu diprediksi 2 hingga 4 tahun ke depan masih bisa berkembang," ujarnya.

Diakui, kejadian sapi terjangkit virus Antraks ini bukan pertama kalinya terjadi di Sulsel. Sudah ada beberapa kasus seperti ini ditemukan di daerah. Setahun lalu kasus serupa juga terjadi di Kabupaten Pinrang hanya saja memang sapi-sapi yang ditemukan terjangkit virus antraks itu tidak begitu banyak karena langsung dilakukan langkah antisipatif seperti melakukan vaksinasi. Seandainya tidak segera divaksin, penularannya akan lebih besar.

Advertisement

Dia memberlakukan pengawasan ketat terhadap hewan kurban. Pengawasan sebelum dilakukan pemotongan. Pengawasan yang sama juga dilakukan pasca pemotongan. Di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan ini sudah dibentuk tim yang bertugas mendatangi hewan-hewan kurban yang akan dipotong.

Dia menambahkan, ketersediaan hewan kurban di Sulsel diyakini aman. Ada 56.000 ekor hewan kurban termasuk yang akan keluar ke daerah Kalimantan. Jumlah ini di atas kebutuhan Sulsel sebanyak 40.000 ekor.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.