Enaknya pengemudi GO-JEK, sebulan bisa kantongi Rp 9 juta
Dengan teknologi sekarang semua serba praktis. Tak perlu berebut mencari penumpang.
Layanan GO-JEK sekarang tengah naik daun. Banyak warga ibu kota Jakarta tengah menggandrungi naik ojek ini.
Secara kasat mata tak ada perbedaan antara naik ojek di pangkalan dengan ojek lewat pelayanan GO-JEK. Yang membedakan hanya sistem pemesanan, GO-JEK lewat online.
Seiring dengan tumbuhnya Go-JEK, langsung menambah pundi-pundi pengemudi ojeknya. Toni Haryanto, salah satu pengemudi GO-JEK menuturkan penghasilannya setelah bergabung dengan GO-JEK. Dalam sebulan dapat penghasilan sekitar Rp 7,5 juta sampai Rp 9 juta. Wow..
"Kalau setiap hari ngojek sekitar 10 orang dalam sebulan bisa dapat segitu (Rp 9 juta). Tambahan bonus Rp 50 ribu dari kantor," kata Toni ketika ditemui merdeka.com, Kamis(25/6) lalu.
Untuk mendapatkan penghasilan besar, para pengemudi GO-JEK berkompetisi mengantarkan penumpang sebanyak-banyaknya. Selain keuntungan gaji besar, mereka dipermudah dengan aplikasi GO-JEK yang berisikan profil penumpang, tempat tujuan dan harga jasa antar tersebut.
Menurut Toni, awal masuk kerja menjadi pengemudi Go-Jek memperoleh telepon pintar, helm, jaket dan uang tunai Rp 100 ribu dari perusahaan. Sebagai pekerja lepas, mereka tidak dibatasi oleh waktu dan tempat.
"Saya bisa ambil penumpang di mana saja sesuai panggilan. Mau pulang atau kerja malam juga bisa," kata bapak yang memiliki tiga anak tersebut.
Dengan teknologi sekarang semua serba praktis. Tak perlu berebut mencari penumpang. Tinggal lihat HP, penumpang pun datang sendiri.
Sementara Pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) GO-JEK, Nadiem Makarim mengatakan kehadiran GO-JEK justru untuk merangkul sebanyak mungkin pengemudi ojek. Alhasil, para pengojek tersebut bakal naik pendapatannya.
"Malah sebaliknya, ingin merangkul mereka sebagai pengemudi ojek tepercaya dan memiliki penghasilan tinggi," kata Nadim kepada merdeka.com belum lama ini.
Hal itu dibuktikan Nadiem dengan merekrut karyawan yang sebelumnya bekerja sebagai tukang ojek pangkalan. Mereka juga dibekali dengan aplikasi berisikan profil penumpang, alamat dan harga yang mesti dibayarkan.
Melalui ini, mereka tak perlu berebut penumpang dan mengambil wilayah di pangkalan ojek lain. Sebab, prinsip mereka mengambil penumpang berdasarkan pesanan.
Baca juga:
Pendiri GO-JEK: Kami ingin pengojek tepercaya & pendapatan tinggi
Celah ojek pangkalan ungguli layanan GO-JEK dan GrabBike
Cerita pengemudi GrabBike tolak jemput penumpang di Manggarai
Ini beda penghasilan Go-Jek dan ojek pangkalan
Ini pesan tukang ojek pangkalan ke Gojek saat ambil penumpang
Curhat pengendara Gojek sering disemprot tukang ojek pangkalan
Menembus kemacetan Jakarta dengan layanan Gojek