Empat Warga Aceh Korban Kerusuhan Wamena Dipulangkan
Keempat warga Kutacane itu tiba di Aceh melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat (4/10) sekira pukul 18.00 WIB. Mereka sudah sejak tujuh tahun lalu menetap sebagai warga Papua.
Dinas Sosial Aceh menjemput Empat warga Kutacene, Kabupaten Aceh Tenggara, yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua. Saat ini masih ada beberapa warga Aceh yang bertahan di sana dan sekarang masih dalam proses penjemputan.
Keempat warga Kutacane itu tiba di Aceh melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat (4/10) sekira pukul 18.00 WIB. Mereka sudah sejak tujuh tahun lalu menetap sebagai warga Papua.
Mereka itu adalah Priska Susilawati Sitohang bersama dua anaknya Natanael Gultom dan Nasya Gultom, serta adiknya Try Sessy. Sementara suami Priska Abner masih bertahan di tempat pengungsian di Wamena.
Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Dinas Sosial Aceh, Rohaya Hanum mengatakan, sejak terjadinya kerusuhan di Wamena, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah memerintahkan untuk mendata jumlah warga Aceh yang ada di Wamena untuk dipulangkan.
Menindaklanjuti perintah tersebut, sejak kemarin Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhaudri sudah mendarat di Papua bahkan bertemu langsung 15 warga Aceh di Papua, baik yang ada di Wamena, Jayapura, dan Jayawijaya. Pemerintah Aceh masih mendata warga yang masih bertahan di Wamena Papua untuk kemudian dipulangkan.
"Seperti yang kita pulangkan hari ini empat warga Aceh Tenggara, mereka diungsikan ke Surabaya karena di Wamena sedang tidak kondusif," kata dia.
Dinas Sosial Aceh, kata Rohaya, mendapat kabar dari Dinas Sosial Surabaya bahwa ada warga Aceh yang diungsikan dari Wamena dan mereka ingin pulang ke Aceh.
"Maka setelah kita berkoordinasi dengan Dinas Sosial Surabaya, dan sesuai aturan yang ada sebagaimana orang Surabaya atau dari daerah lain di seluruh Indonesia yang sering kita pulangkan maka begitu juga yang dilakukan Dinas Sosial Surabaya, yaitu membawa pulang mereka ke mari, yang kemudian oleh Dinas Sosial Aceh memulangkan hingga ke kampung halaman," kata Rohaya.
Rohaya mengungkapkan, saat ini pimpinannya Alhudri untuk sementara sudah mengantongi 15 warga Aceh yang masih ada di Papua, Jayapura 8 orang, Wamena 6 orang, dan Jaya Wijaya 1 orang. Mereka saat ini dalam kondisi aman, sehat, cukup makan dan minum serta masih bisa berkomunikasi menggunakan handphone.
"Pesan Pak Kadis ke kami beliau sudah berjumpa dengan saudara kita warga Aceh di Papua, dan kondisi mereka sehat-sehat semua," kata Rohaya.
Baca juga:
Cerita Rudi Kormas Naik Atas Kios saat Kerusuhan Pecah di Wamena
Kisah Perjuangan Warga Pendatang Lolos dari Maut Saat Kerusuhan Wamena
Wiranto: KKB Dapat Instruksi dari Benny Wenda untuk Menyerang Pendatang di Wamena
Gelombang Pengungsi dari Wamena Terus Berdatangan ke Makassar
Wiranto: Banyak Masyarakat Trauma Karena Serangan OPM & KKB
50 Warga NTB Memilih Menetap di Papua Usai Kerusuhan Wamena
Pemerintah Jamin Keamanan Warga di Wamena Papua