Embun es asam melanda Lanny Jaya Papua, 800 warga mengungsi
Embun es asam membikin tanaman dan ternak mati, serta melukai tubuh.
800 Warga berbagai kampung Distrik Kuyawage, Wanobarat, dan Distrik Goabaliem Kabupaten Lanny Jaya, Papua, mengungsi akibat daerah mereka dilanda embun es asam. Akibatnya, tanaman dan ternak mereka mati, dan juga kulit mereka terluka akibat terpapar embun es mengandung asam.
Bencana embun es asam sudah terjadi sekitar sepekan lamanya, yakni sejak 21 Oktober 2015. Namun kondisi embun es pada Minggu (25/10) pagi pekan lalu paling parah.
Pada saat itu, warga keluar dari honai (rumah adat) hendak beraktivitas terkena embun es. Akibatnya, kulit mereka terasa terbakar dan timbul luka-luka.
Alhasil, ratusan warga di tiga distrik itu mengungsi ke beberapa wilayah. Antara lain Habema di Kabupaten Jayawijaya, Distrik Malageneri di Kabupaten Lanny Jaya, Distrik Ilaga, dan Distrik Sinak di Kabupaten Puncak, serta ke beberapa distrik di Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Nduga.
Dilaporkan juga ada warga tidak mampu berjalan bersama pendeta atau guru jemaat lantas diungsikan ke Tiom, ibu kota Lanny Jaya, dan Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, dengan menggunakan pesawat MAF.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lanny Jaya, Papua, Christian Sohilait membenarkan ratusan warganya mengungsi ke daerah terdekat. Hal itu disebabkan embun es asam melanda beberapa distrik setempat.
"Ya benar. Kami ungsikan, karena semua tanaman dan ternak di sana mati," kata Sohilait di Jayapura, seperti dilansir dari Antara, Selasa (27/10).
Menurut Sohilait, warga di berbagai kampung Distrik Kuyawage, Wanobarat, dan Distrik Goabaliem Kabupaten Lanny Jaya sengaja diungsikan buat menghindari hal-hal tidak diinginkan.
"Kami masih menunggu mereka dengan berjalan kaki masuk ke beberapa tempat pengungsian," ujar Sohilait.
Setelah dipastikan bahwa semua warga dari berbagai kampung di sejumlah distrik yang dimaksud mengungsi semua, menurut Sohilait, baru akan didata jumlah pastinya.
"Setelah mereka ada di sana, kami akan tahu jumlah mereka, baru kami distribusi atau tambah bahan makanan ke sana," ucap Sohilait.
Mantan Kepala Dinas PU Lanny Jaya itu menyatakan, ratusan warga itu kemungkinan besar akan mengungsi ke kampung-kampung dan distrik daerah terdekat, di sekitar Kabupaten Lanny Jaya.
"Pengungsian mereka diperkirakan ke Kabupaten Puncak, Puncak Jaya, Nduga, dan Tiom Ibu Kota Lanny Jaya," tutup Sohilait.
Baca juga:
Pantai di China mendadak berubah jadi merah darah saat musim gugur
Turis Rusia abadikan momen menakjubkan saat badai landa Genoa
Warga Kosta Rika mengaku lihat awan tanda akhir zaman
Foto aliran sungai berbentuk naga di Portugal bikin geger dunia
5 Fenomena alam terekam kamera ini diyakini pertanda akhir zaman