Ekspresi polos wanita pembuang bayi di Lahat saat jalani reka ulang
Ekspresi polos wanita pembuang bayi di Lahat saat jalani reka ulang. TY membuang bayi yang dia lahirkan di sumur karena hasil hubungan gelap. "Bahkan menangis saja tidak, dia santai memperagakannya," kata Kapolsek Kota Agung, AKP Aan Sumardi, yang melihat jalannya reka ulang.
Polisi menggelar reka ulang kasus buang bayi di bawah pohon kopi oleh seorang wanita muda berinisial TY (21). Serangkaian adegan diperagakan tersangka, ,ulai dari lokasi kelahiran di sumur rumahnya di Dusun Tanjung Laut, Desa Kota Agung, Kecamatan Kota Agung, Lahat, Sumatera Selatan, hingga pembuangan bayi laki-lakinya di kebun kopi, sekitar 300 meter dari rumahnya, Rabu (15/3).
Kapolsek Kota Agung, AKP Aan Sumardi mengungkapkan, rekonstruksi berjalan lancar dengan pengawalan belasan anggota kepolisian. Dari pengamatannya, tak nampak raut sedih dan penyesalan dari wajah tersangka.
"Hari ini digelar reka ulang. Ekspresi tersangka kelihatan polos, bahkan menangis saja tidak, dia santai memperagakannya," ungkap Aan, Rabu (15/3).
Atas perbuatannya, tersangka TY yang pernah bekerja sebagai penjaga warung itu dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 305 KUHP dan Pasal 77 Undang-undang Perlindungan Anak, dan Pasal 49 UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman pidana penjara minimal lima tahun.
"Tersangka mengakui perbuatannya, dia tidak begitu syok dengan kejadian ini," ujarnya.
Terkait bayi yang dibuang, kata dia, perawatannya kini dirujuk ke RSUD Lahat. Kondisinya terus membaik setelah sempat kritis akibat mengalami sesak napas akut saat ditemukan.
"Yang mengurusnya keluarga tersangka, dalam waktu dekat akan dibawa pulang. Kita serahkan sepenuhnya ke pihak keluarga," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, warga setempat bernama Dinarti (40) menemukan sesosok bayi laki-laki tergeletak di bawah pohon kopi, Sabtu (11/3) pagi. Bayi itu hidup dan tali pusarnya masih melekat.
Saksi mendengar tangisan bayi yang terdengar jelas. Dengan sedikit ketakutan, Dinarti memutuskan mencari sumber suara. Dia pun kaget melihat bayi tergeletak tanpa beralaskan sehelai kain.
Saksi pun kembali kembali ke kampung dan menghubungi polisi setempat. Didampingi warga dan petugas, bayi malang itu dibawa ke Puskesmas untuk perawatan.
Beberapa hari kemudian, polisi menangkap TY yang diduga ibu sekaligus pembuang bayinya. Tersangka mengaku melahirkan seorang diri di sumur rumahnya dan langsung membuangnya sehari sebelum bayi itu ditemukan. Tersangka nekat melakukannya lantaran malu dan takut kehamilannya di luar nikah diketahui keluarga dan warga kampung.
Baca juga:
Hamil di luar nikah, TY lahirkan bayinya di sumur & dibuang ke kebun
Hendak ke kebun kopi, petani temukan bayi laki-laki di bawah pohon
Pembantu rumah tangga ditangkap usai buang bayinya ke tong sampah
Polisi ungkap pembuangan bayi, tersangka malu punya anak luar nikah
Bayi perempuan lahir prematur ditemukan di rumah kosong Cilacap
Polisi buru pasangan muda di Samarinda diduga pelaku pembuangan bayi
Dikira suara kucing, siswa SD pulang sekolah temukan bayi tergeletak