Eks Waka BIN: Alat intelijen kita belum mampu tangkal penyadapan
Selain peralatan, sumber daya manusia BIN juga belum mumpuni.
Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara, Suripto menyatakan pemerintah Indonesia belum mampu menangkal aksi penyadapan oleh negara lain, seperti Amerika Serikat dan Australia. Sebab, peralatan dan sumber daya manusia di bidang intelijen Indonesia belum mumpuni.
"Kalau kita punya teknologi yang lebih canggih daripada Amerika tentu kita bisa melakukan counter (balasan). Tetapi kalau kita tidak punya IT (informasi teknologi) yang canggih tetap saja kita jadi korban sadapan," kata Suripto usai menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (20/11).
Suripto mengakui peralatan penyadapan dipunyai Indonesia saat ini kurang digdaya menghadapi serbuan aksi sadap pihak luar. Dia juga mengatakan, Indonesia harus memiliki sarana penyadapan, seperti satelit, secara mandiri.
"Penyadapan bisa canggih karena menggunakan satelit. Satelit itu sekarang mesti nyewa kepada siapa? Kepada Amerika Serikat. Kalau Amerika tentu saja memberikan informasi dan juga bisa menyadap," ujar Suripto.(mdk/ded)