LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Eks Pejabat BPPN Diperiksa Terkait Kasus BLBI Sjamsul Nursalim

Tim penyidik juga akan memeriksa tiga saksi dari unsur swasta, yakni Dira Kurniawan Mochtar, Taufik Mappaenre, dan Wandhy Wira Riyadi. Ketiganya juga akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan Sjamsul Nursalim.

2019-07-03 10:46:14
Kasus BLBI
Advertisement

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan mantan pejabat Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Thomas Maria.

Thomas Maria yang merupakan Team Leader Loan Work Out I Asset Management Credit (LWO-I AMC) BPPN periode 2000-2002, akan diperiksa dalam kasus korupsi penerbitan surat keterangan lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terhadap Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) yang menjerat pemegang saham BDNI Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim.

"Saksi Thomas Maria diperiksa untuk tersangka SJN (Sjamsul Nursalim)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (3/7).

Advertisement

Selain Thomas Maria, tim penyidik juga akan memeriksa tiga saksi dari unsur swasta, yakni Dira Kurniawan Mochtar, Taufik Mappaenre, dan Wandhy Wira Riyadi. Ketiganya juga akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan Sjamsul Nursalim.

"Ketiganya juga diperiksa untuk tersangka SJN," kata Febri.

Tim penyidik KPK beberapa hari ini gencar memeriksa sejumlah saksi kasus megakorupsi yang ditaksir merugikan keuangan negara Rp4,58 triliun tersebut. Pada Selasa 2 Juli 2019 kemarin, tim penyidik menjadwalkan pemeriksaan empat orang saksi, yakni mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, pengacara Ary Zulfikar, Senior Advisor Nura Kapital M. Syahrial, serta Dirut PT Berau Coal Tbk Raden C. Eko Santoso Budianto.

Advertisement

Namun, Dorodjatun dan Syahrial tak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik. Keduanya meminta penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaan mereka.

Sementara terhadap Ary Zulfikar dan Raden C. Eko Santoso Budianto yang memenuhi panggilan pemeriksaan, tim mengonfirmasi mekanisme penyaluran BLBI terhadap Sjamsul Nursalim. Tak hanya itu, tim penyidik juga mencecar mereka mengenai mekanisme pengembalian aset Sjamsul.

"Penyidik mendalami keterangan saksi terkait mekanisme penyaluran BLBI dan mekanisme pengembalian aset serta hal-hal lain yang terkait proses pemenuhan kewajiban pemegang saham BDNI selaku obligor BLBI kepada BPPN," kata Febri.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan SKL BLBI. Penetapan ini merupakan pengembangan dari perkara mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung yang divonis 15 tahun penjara.

Berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor Jakarta, perbuatan Syafruddin telah memperkaya Sjamsul sebesar Rp4,58 triliun. Sjamsul dan Itjih sendiri diketahui menetap di Singapura. Meski demikian, aset dan bisnis Sjamsul menjalar di Tanah Air.

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Eks Menko Dorodjatun Surati KPK Minta Pemeriksaan Kasus BLBI Ditunda
Kasus BLBI Sjamsul Nursalim, KPK Panggil Eks Menko Perekonomian Dorodjatun
Kasus BLBI, Sjamsul Nursali dan Istri Mangkir Pemeriksaan KPK
Besok, KPK Panggil Tersangka BLBI Sjamsul Nursalim dan Istrinya
Antasari Azhar Khawatir Isu Polisi Taliban dan India Dihembuskan Orang Tak Suka KPK
Pengacara Sjamsul Nursalim dan Itjih Nilai KPK Tak Hargai Proses Hukum
Sjamsul & Istri Jadi Tersangka BLBI, Pengacara Sebut Perjanjian Pemerintah Diciderai

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.