Eks jenderal BNN mengaku kaget saat baca testimoni Fredi Budiman
Meski demikian, Benny mengaku tak lantas percaya.
Mantan Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Irjen (Purn) Benny Mamoto mengaku kaget membaca testimoni terpidana mati Fredi Budiman. Testimoni itu ditulis oleh Koordinator KontraS Haris Azhar.
"Saya sendiri ketika dapat broadcast itu baca kaget, wih serem amat," kata Benny di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/8).
Meski demikian, Benny mengaku tak lantas percaya. Justru sejumlah pertanyaan dan rasa heran muncul, seperti mengapa Haris mengedarkan curhatan tersebut tanpa ada konkret berita dahulu.
"Pertanyaan saya muncul, belum dikonfirmasi kok sudah dibroadcast. Kami baca surat itu belum terkonfirmasi. Lah kok bisa? Artinya seorang Haris Azhar yang berkaitan dengan investigasi belum cek kebenarannya. Kalau saya, saya akan cek kebenarannya baru broadcast," katanya.
Dalam kasus ini, informasi Haris dianggapnya juga sangat penting karena kalau itu bisa dibuktikan maka kontribusinya sangat besar untuk membersihkan di dalam institusi.
"Lalu di salah satu acara televisi, Haris bilang pernah telepon Pak Johan Budi (Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi), tapi enggak diangkat. Akibatnya di situ yang dihujat presiden," ujarnya.
"Tapi saya tunggu, ini kok Pak Budi engga bereaksi. Setelah saya cari tahu, dia bilang betul memang Haris melapor, namun Pak Budi minta kronologinya tapi tak dikasih oleh Haris. Nah bagaimana bisa dilanjutkan ke Presiden? Karena tidak mungkin Johan Budi memberikan informasi ke Presiden yang belum jelas. Maka Haris seharusnya menyebarkan informasi yang konkret," tutupnya.
Baca juga:
Perwira Polri masih selidiki testimoni Fredi Budiman
Bela Haris Azhar, Usman Hamid sebut laporan BNN dan TNI berlebihan
Memburu anggota TNI, BNN & Polri dalam jaringan Fredi Budiman
Pembelaan Haris Azhar saat dipolisikan & dianggap cederai BNN-Polri
Haris Azhar soal dilaporkan: Buat apa buang-buang energi!