Eijkman Targetkan Sepanjang Tahun Ini Bisa Mengurutkan 5.000 Genom Virus
Untuk itu, Amin menargetkan selama 2021, Eijkman bisa mengurutkan genom minimal 5.000 sequence.
Satu tahun lebih bumi menghadapi pandemi Covid-19, mutasi virus dengan varian baru terus bermunculan. Terbaru, di Indonesia telah terkonfirmasi mutasi varian E484K.
Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof. Amin Subandrio mengatakan, sejak kasus Covid-19 di Indonesia diumumkan pertama kali pada Maret 2020, pemerintah baru melakukan sequencing sebanyak 900 genom. Jumlah ini diakui masih harus ditingkatkan.
Untuk itu, Amin menargetkan selama 2021, Eijkman bisa mengurutkan genom minimal 5.000 sequence.
"Target kami tahun ini melakukan sequencing minimum sekitar 5000an sequence. Sekarang ini seluruh Indonesia baru sekitar 900," katanya kepada merdeka.com, Selasa (6/4).
Amin Subandrio sebelumnya menyebutkan temuan mutasi varian tersebut dari walah satu rumah sakit di sekitar Jakarta.
"Dari sekitar Jakarta, dari salah satu rumah sakit sekitar Jakarta," kata Amin kepada merdeka.com, Senin (5/4).
Dia menjelaskan, karakteristik varian E484K hampir mirip dengan B117 yaitu lebih cepat menular ke banyak orang. Namun untuk tingkat mortalitasnya, Amin menyampaikan belum ada bukti ilmiah tentang hal itu.
"Belum didukung bukti ilmiah bahwa dia akan menyebabkan mortalitas artinya apakah orangnya tambah berat atau cepat meninggal itu belum ada," jelasnya.
Yang pasti, Amin mengaku ada kekhawatiran dari temuan varian tersebut yaitu menurunnya kepekaan vaksin untuk membaca genom sequence dari virus tersebut. Namun, sejauh ini, ia menuturkan vaksinasi masih jalan terbaik untuk menekan penularan virus Corona.
"Iya, yang dikhawatirkan adalah menurunnya kepekaan terhadap antibodi setelah vaksin, tapi sejauh ini belum menyebabkan kita mengubah vaksin," tandasnya.
Baca juga:
Pemerintah Perkecil Zona Merah Covid-19 Menjadi Lima Rumah
93 Narapidana Positif Corona, Plt Wali Kota Tasikmalaya Sebut Lapas Over Kapasitas
Pemprov DKI Perpanjang PPKM Mikro Hingga 19 April
Sumsel Ditetapkan PPKM Mikro, Epidemiolog Nilai Seharusnya Sejak Dulu
Penjelasan Ketua KIPI soal Brimob di Maluku Meninggal usai Vaksinasi AstraZeneca