LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ego Sektoral Bikin Gugus Tugas Lambat Peroleh Data Pasien Covid-19

Dia mencontohkan atas kasus pertama dan kedua yang terjadi di Depok, Jawa Barat. Menurutnya, kasus tersebut menjadi pro kontra di masyarakat usai identitasnya terbongkar.

2020-05-13 15:45:21
Covid-19
Advertisement

Kepala Pusat Pengendalian Operasional Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bambang Surya Putra menyampaikan, beberapa faktor lambatnya dalam memperoleh data pasien Virus Corona atau Covid-19. Salah satunya adalah ego sektoral, apalagi bila berpegangan dengan Undang-Undang Kesehatan perihal perlindungan data pasien.

"Yang paling sulit adalah adanya ego sektoral tentunya seperti itu karena kita bisa pahami itu karena data pasien itu mendapat perlindungan yang ketat oleh Undang-Undang Kesehatan," kata Bambang di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu (13/5).

Menurutnya, sebagai tim Gugus Tugas diharuskan mendapatkan data pasien. Termasuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Advertisement

Namun, hal itu terhalang akan Undang-Undang Kesehatan tersebut. Apalagi bila bukan dari bagian kesehatan.

"Mindset itu tertanam kuat di teman-teman dokter dengan posisi itu gugus tugas ini kan isu enggak cuma melulu orang kesehatan tetapi ada berbagai orang. Kemudian kita ingin mempercepat bagaimana kalau data itu bisa kita akuisisi untuk mendapatkan angka positif yang memiliki dasar tentunya. Kita juga harus tahu pasiennya siapa ini, orangnya di mana nih benar positif atau ODP, PDP," bebernya.

"Posisi seperti itu artinya tidak mudah untuk kita melakukan negosiasi, datanya kirim dong atau bagaimana supaya untuk merekap. Kemudian datanya kirimkan ke kami dan anda butuhnya seperti apa dan dengan posisi ekosistem baru dan terdiri dari orang yang semuanya bukan komunitas kesehatan tentunya jadi tangan pertama," sambungnya.

Advertisement

Dia mencontohkan atas kasus pertama dan kedua yang terjadi di Depok, Jawa Barat. Menurutnya, kasus tersebut menjadi pro kontra di masyarakat usai identitasnya terbongkar.

"Seperti kasus pertama di Depok ini kan terjadi pro dan kontra di berbagai media dan itu trauma itu itu mengakibatkan trauma orang kesehatan dan trauma tim lain yang ingin mengumpulkan data tentunya akan mendapatkan. Ini rahasia ya untuk kemudian bisa mendapatkan datanya itu butuh effort lah," pungkasnya.

Baca juga:
Layanan Swab Test Drive Thrue untuk Deteksi Covid-19
9 Usulan ke Pemerintah Terkait Tatanan Hidup dengan Covid-19
Nenek 113 Tahun Jadi Pasien Tertua di Dunia yang Sembuh dari Covid-19
Pengunjung Berdesakan tanpa Masker, Pasar Oprakan Notoharjo Solo Ditutup Sementara
Cegah Pangan Langka Saat Corona, 255.000 Hektar Lahan Gambut Kalteng Siap Jadi Sawah

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.