Earth Hour, Kota Samarinda tetap terang berderang
Di berbagai sudut kota, masih terlihat terang benderang, tak ada pemadaman lampu.
Aksi gerakan Earth Hour juga ikut dilakukan di Kota Samarinda, Sabtu (19/3) malam ini. Namun demikian, aksi yang diwujudkan dengan gerakan pemadaman listrik selama satu jam itu, suasana kota Samarinda nyaris tidak ada yang berubah.
Di berbagai sudut kota, masih terang benderang. Sejatinya, gerakan pemadaman listrik yang bertujuan sebagai upaya menghemat energi itu, dilakukan selama 60 menit, dimulai pukul 20.30 WITA hingga pukul 21.30 WITA. Namun tidak banyak warga yang tahu.
Merdeka.com mencoba menelusuri sejumlah ruas jalan, mulai pukul 20.30 WITA, dari kawasan pusat perbelanjaan Big Mall di Jalan Pangeran Untung Surapati. Sepanjang jalan hingga menuju ke Jalan RE Martadinata-Jalan Gadjah, kawasan itu masih terang benderang.
Pun demikian penelusuran berlanjut ke kawasan kantor instansi Pemprov Kaltim di Jalan Basuki Rahmad, juga masih terang benderang. Perhotelan di kawasan Jalan KH Imam Bonjol pun, juga masih terang benderang. Selain itu, kawasan perhotelan di Jalan Pangeran Hidayatullah, juga tidak ada yang memadamkan listrik. Kota Samarinda masih terang benderang.
Berlanjut ke kawasan Jalan Gadjah Mada, tiga kantor PT PLN (Persero) Cabang Samarinda, kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim dan kantor Gubernur Kaltim, terpantau gelap gulita. Sejumlah komunitas melakukan beragam aksi di Earth Hour, di halaman kantor Gubernur Kaltim. Ironisnya, rumah dinas Gubernur Kaltim atau disebut Lamin Etam yang berada tepat di sebelah kantor Gubernur, masih terang benderang.
"Katanya Earth Hour aksi pemadaman listrik ya selama 1 jam. Tapi ya Samarinda, masih terang benderang, tidak ada yang berubah," kata warga Jalan Ir H Juanda, Raymon, dalam perbincangan di kawasan Tepian Mahakam, depan kantor Gubernur Kaltim.
Raymon mengaku heran, Samarinda ikut aksi Earth Hour. Mengingat, padamnya listrik di kota Samarinda, tidak lagi 1 jam, melainkan bisa berjam-jam.
"Bagaimana ya, kalau soal hemat listrik itu, justru sudah biasa. Padam listrik itu bukan hal baru sebenarnya. Bisa lebih 1 jam, berjam-jam," ujarnya.
Masih di kawasan Tepian Mahakam, warga lainnya, Syamsudin, mengutarakan yang sama. Menurut dia, aksi Earth Hour, justru sudah dilakukan warga Samarinda setiap harinya.
"Karena setiap hari, pasti ada listrik padam," sebut Syamsudin, yang tinggal di Jalan Biawan.
Aksi Earth Hour, sudah digaungkan beberapa hari sebelumnya. Baik itu melalui selebaran, media sosial maupun media massa. Bahkan, hastag #SamarindaKadapSeberataan yang artinya Samarinda Gelap Semuanya di media sosial pun, dibuat untuk melakukan aksi Earth Hour. Namun faktanya memang, malam ini, kota Samarinda masih terang benderang.
Baca juga:
Earth Hour, Candi Borobudur dan Prambanan ikut gelap gulita
Earth Hour, Monas ikut padamkan lampu
Pemandangan Earth Hour di kawasan Bundaran HI
Earth Hour, gedung-gedung di sekitar HI gelap gulita
Pemandangan kota-kota di dunia sebelum dan selama Earth Hour
Kampanye Earth Hour, Pemkot Solo padamkan listrik di 5 ruas jalan