DVI Ungkap Kendala Identifikasi Korban Kebakaran Lapas Tangerang
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri masih bekerja mengidentifikasi jenazah korban yang meninggal akibat kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri masih bekerja mengidentifikasi jenazah korban yang meninggal akibat kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang.
Berdasarkan data yang diterima dari Rumah Sakit Polri, sebanyak 5 jasad teridentifikasi dari total 41 kantung jenazah yang diterima sejak Rabu kemarin.
Sespusdokkes Polri Kombes Pol dr Pramujoko menjelaskan, secara teoritis proses identifikasi sebenarnya mudah dan bisa dikerjakan dengan baik.
"Secara teoritis semua bisa teridentifikasi seharusnya tapi itu teori," kata dia, Jumat (10/9).
Namun dalam praktiknya, tim DVI tetap menemui kendala. Penyebabnya karena data-data ante mortem dan post mortem tidak lengkap. Salah satunya yakni tak memiliki foto-foto yang khas tentang korban.
"Jadi misalnya punya tato, tapi keluarga nggak punya fotonya juga," ucap dia.
Di samping itu, kondisi jenazah turut mempengaruhi lamanya proses identifikasi. Biasanya, jenazah yang diterima sudah tidak utuh.
"Itu yang jadi kendala juga," ucap dia.
Kendati, dengan kemajuan teknologi hal itu bisa teratasi berkat pemeriksaan DNA. Pramujoko mencotohkan, dua orang korban yang berstatus sebagai warga negara asing.
"Meski keluarga tidak datang mereka juga bisa diperiksa di luar negeri juga nanti akan kita bandingkan dengan pemeriksaan korban yang ada di sini kalau itu cocok," ujar dia.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Kemenkeu: Lapas Tangerang yang Terbakar Belum Diasuransikan
Polisi Imbau Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang Serahkan Data Antemortem
Empat Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Berhasil Diidentifikasi
Narapidana Lapas Tangerang yang Selamat dari Kebakaran Diungsikan ke Blok Lain
Kemenkeu Sayangkan Lapas Tangerang yang Terbakar Belum Diasuransikan