LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dunia dalam genggaman keturunan India

Perjalanan ke India, ia ibaratkan seperti perjalanan pelaut ulung Colombus pada 500 tahun silam.

2015-10-03 11:46:39
India
Advertisement

Thomas L. Friedman dalam bukunya The World is Flat bercerita saat melakukan perjalanannya ke India sempat terkagum-kagum dengan salah satu kota di negeri itu, Bangalore. Bukan karena tarian dan dendangan lagunya, melainkan terobosan di bidang teknologi yang dilakukan di negara itu.

Sungguh, ia terkejut, manakala di sekeliling kota itu terdapat gedung-gedung perusahaan besar Amerika Serikat, seperti IBM, Microsoft, Goldman Sachs, dan HP. Tak berlebihan, jika dirinya merasakan itu seperti di Kansas.

Perjalanannya ke India, ia ibaratkan seperti perjalanan pelaut ulung Colombus pada 500 tahun silam. Hanya, jika Colombus mencari “perangkat keras” seperti emas, sutra, mutiara, dan lain sebagainya, Friedman tak mencari itu. Jurnalis Amerika ini justru mencari perangkat lunak, intelektual muda, terobosan teknologi serat optik, dan seputar layanan informasi yang menggunakan teknologi.

Singkat cerita, di sana ia menemukan laporan pajak perusahaan Amerika Serikat dapat diselesaikan oleh orang India di kantornya hanya melalui teknologi internet. Membuat film animasi yang begitu ribet, juga bisa dilakukan secara outsorce di sana. Bahkan, hingga model bisnis teknologi yang dijalaninya sama persis dengan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan teknologi Amerika Serikat. Barangkali tak berlebihan, jika dikatakan bahwa India mengalami fase revolusi teknologi.

Terlepas dari itu, India pun berkembang hingga saat ini dalam bidang teknologi informasi terutama soal sumber daya manusianya. Cobalah tengok beberapa bos besar perusahaan teknologi dunia yang dengan gagahnya menjadi pemimpin perusahaan tersebut berasal dari keturunan India.

Sebut saja yang belum lama ini duduk di singgasana pucuk pimpinan Google, Sundar Pichai. Pria keturunan India ini, memang bukanlah orang baru di perusahaan yang dibesut oleh Larry Page dan Sergey Brin, dia bergabung dengan Google sejak dari tahun 2004 silam. Berkat kelihaiannya dan keuletannya semasa ia diberikan tanggung jawab untuk mengembangkan browser Chrome, langkah masa depan Sundar nampak jelas dan berujung ditahbiskan menjadi CEO Google.

Larry Page, salah satu sang pendiri Google pun mengakui keunggulan pria lulusan Stanford University ini memiliki kapasitas yang mumpuni untuk diberikan amanah memimpin masa depan perusahaannya. Bahkan saking bangganya keturunan India menjadi CEO kelas dunia, sebuah media cetak asal India, Times of India, memasang headline India-born Sundar Pichai is new CEO of Google. Ternyata, rasa kebanggaan keturunannya menjadi bos itu, tak hanya ditulis oleh Times of India saja, Firstpost juga menuliskannya dengan judul headline The guy who gets shit done: India-born Sundar Pichai was always frontrunner to be Google CEO'.

Selain Sundar, ada lagi jajaran eksekutif keturunan India di perusahaan teknologi, dialah Satya Nadella. Nadella didaulat untuk memimpin masa depan bisnis Microsoft. Sebelum menjadi CEO menggantikan Steve Ballmer, Nadella mengemban tugas untuk mengembangkan layanan cloud Microsoft yakni Azure dan Office 365. Alhasil, tugas yang diembannya ini menunai kesukseskan yang berarti. Bagaimana tidak, layanan cloud yang ia pimpin saat itu mampu meraih pendapatan sekitar USD20,3 miliar. Dari situlah, Nadella
ditunjuk menjadi CEO Microsoft.

Masih ada lagi selain Sundar Pichai dan Satya Nadella keturunan India yang menduduki posisi penting di perusahaan teknologi dunia. CEO Adobe, Shantanu Narayen. Sebelum bergabung dengan Adobe, awal karirnya di Perusahaan milik Steve Jobs, Apple. Hingga akhirnya mendirikan perusahaan sendiri bernama Pictra. Namun sungguh sayang, perusahaan layanan foto pertama di internet miliknya belum siap di pasar hingga akhirnya ia menutupnya. Sebelumnya, ia menawarkan perusahaannya itu kepada Adobe, namun malang, Adobe menolaknya. Tetapi, menawarkannya untuk bergabung. Sejak itulah, karir Narayen melejit di Adobe hingga ditunjuk sebagai CEO.

Dari ketiga tokoh tadi track record keturunan India diacungi jempol oleh berbagai perusahaan-perusahaan teknologi besar yang berbasis di Sillicon Valley. Semoga saja tak hanya keturunan India saja yang mampu berkibar di jagad teknologi dunia, tapi lahirnya keturunan Indonesia yang mampu menjadi bos besar perusahaan teknologi dunia.

Baca juga:
Manoj Punjabi, juragan film asli Indonesia keturunan India
Sri Prakash Lohia,WNI keturunan India salah satu orang terkaya dunia
Banyak bos TI di Indonesia asal India
Para peranakan India yang moncer di Indonesia

(mdk/war)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.