Dulu #shameOnYouSBY sekarang #ShameOnYouJokowi
Dulu netizen kesal luar biasa saat Demokrat walkout di sidang paripurna UU Pilkada. Kini mereka marah pada Jokowi.
Kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan harga BBM subsidi, premium dan solar, mendapat respons beragam rakyat. Ada yang setuju, ada pula yang menolak dan menentangnya. Saat UU Pilkada yang mengatur pemilihan kepala daerah lewat DPRD disahkan, anggota DPR Fraksi Partai Demokrat memilih walk out meninggalkan paripurna. Presiden Jokowi menaikkan harga BBM subsidi, premium dari Rp 6500 per liter, menjadi Rp 8500. Solar awalnya Rp 5500 menjadi Rp 7500. Istana menanggapi hastag #ShameonYouJokowi dan #SalamGigitJari, sebagai respon masyarakat atas kenaikan harga BBM subsidi. Menurut Sekretaris Negara Andi Widjajanto, hastag tersebut merupakan reaksi luar biasa atas berjalannya demokrasi di negeri ini.
Rakyat yang menolak, menyampaikan sikapnya dengan berbagai cara. Netizen misalnya, pengguna internet ini ramai-ramai menyampaikan kekesalannya dengan menulis status di media sosial.
Di akhir protesnya, mereka kebanyakan mencantumkan hastag #ShameOnYouJokowi. Kurang lebih berarti malu-maluin atau memalukan kamu Jokowi.
Penggunaan hastag ini sepertinya menjadi kebiasaan baru netizen, menyampaikan kekesalannya kepada kebijakan pemerintah yang dinilai tak pro rakyat.
Bukan kali ini saja penggunaan hastag shame on you ramai-ramai jadi pembicaraan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga pernah mendapat 'pujian' yang sama dari rakyat. Berikut ulasannya:"Drama Terhebat dan Terpalsu #RIPDemokrasi
SBY lantas menyampaikan kekecewaannya dengan hasil paripurna tersebut. Hal tersebut diungkapkan SBY yang saat itu berada di Washington.
"Saya kecewa dengan hasil proses politik yang ada di DPR RI, meskipun saya menghormati proses itu sebagai seorang demokrat, tapi sekali lagi saya kecewa dengan proses dan hasil yang ada," kata SBY, Jumat (26/9).
Namun, kekecewaan SBY ternyata tidak membuat simpatik para netizen. Mereka menganggap sikap walk out Partai Demokrat dan dukungan SBY terhadap pilkada langsung merupakan sandiwara.
"Drama Terhebat dan Terpalsu #RIPDemokrasi #ShameOnYouSBY" tulis netizen.
#ShameOnYouSBY sempat mendunia dan menjadi trending topic dunia.#ShameOnYouJokowi dan #SalamGigitJari
Kebijakan tersebut ditolak ramai-ramai oleh netizen. Hastag #ShameOnYouJokowi digunakan sebagai wujud protes.
Pantauan merdeka.com, untuk beberapa saat, hastag ini menjadi trending topic di Indonesia, Selasa (18/11).
Sebenarnya banyak juga hastag lain yang dipakai Netizen. Di antaranya #SalamGigitJari, #Salam2Ribu dan #KarenaBBM.#ShameOnYouJokowi bagian dari demokrasi
"Itulah luar biasanya demokrasi. Senang sekali, prosesnya dinamis, bisa kami pahami. Ada pendapat lain yang seperti apa yang muncul tentang kebijakan strategis pertama pak Jokowi," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/11).
Andi mengatakan Jokowi memperhatikan reaksi rakyat yang memprotes kebijakan pemerintahannya. Namun, Jokowi tidak meresponnya, seperti memerintahkan menteri terkait untuk mengatasi gelombang protes itu.
"Tidak (respon), apa yang terjadi hanya diperhatikan saja," ujarnya.
Andi mengatakan Presiden Jokowi tidak mungkin memuaskan semua orang. Mau tidak mau, Jokowi harus memutuskan kenaikan bbm tersebut demi kemajuan perekonomian Indonesia di masa mendatang.