LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dukung pengaktifan Koopsusgab, politisi Gerindra minta fokus ke pencegahan

Ketua DPP Partai Gerindra Gus Irawan Pasaribu mendukung pengaktifan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) asalkan bertujuan memerangi terorisme. Namun menurut Irawan yang terpenting adalah tugas pencegahan.

2018-05-18 11:12:23
ledakan bom
Advertisement

Ketua DPP Partai Gerindra Gus Irawan Pasaribu mendukung pengaktifan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) asalkan bertujuan memerangi terorisme. Namun menurut Irawan yang terpenting adalah tugas pencegahan.

"Tetapi sesungguhnya kita mau yang lebih substansial untuk pencegahan, karena kejadian akhir-akhir ini sudah di luar nalar, di luar akal sehat. Satu keluarga bisa melakukan itu (bom bunuh diri), itu kan doktrinnya luar biasa," kata Irawan saat dikonfirmasi, Jumat (18/5).

Irawan meminta pemerintah mencari dan menyelesaikan akar masalah dari aksi terorisme yang ada di Indonesia.

Advertisement

"Jadi saya kira kemudian akar masalahnya ini diperhatikan untuk diselesaikan pemerintah," tegasnya.

Ketua Komisi VII DPR ini juga menyoroti imbas dari rentetan aksi teror di sejumlah lokasi menimbulkan sikap saling curiga antar masyarakat. Contohnya, seorang santri bernama Zaqi Saputra yang dicurigai sebagai teroris saat terjaring operasi polisi di Simpang Lima Semarang.

"Bahwa aparat harus curiga ya barangkali memang begitulah seharusnya. Tetapi lalu kemudian cara-caranya jangan membuat masyarakat anti pati," tandas Irawan.

Advertisement

Diketahui, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mengklaim Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah merestui pembentukan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan untuk menanggulangi terorisme di Indonesia. Satuan Komando ini akan diisi prajurit-prajurit terpilih dari satuan-satuan antiteror Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan Satbravo TNI AU.

"Untuk Komando Operasi Khusus Gabungan TNI sudah direstui oleh Presiden dan diresmikan kembali oleh Panglima TNI (Marsekal Hadi Tjahjanto)," kata Moeldoko.

Mantan Panglima TNI ini menyebut, pasukan Komando Operasi Khusus Gabungan sudah disiapkan. Mereka bisa digerakkan kapan saja jika terjadi serangan teror.

Komando Operasi Khusus Gabungan dibentuk saat Moeldoko menjabat sebagai Panglima TNI. Namun sempat dibekukan. Melihat serangan teror beruntun terjadi beberapa hari belakangan, tidak tertutup kemungkinan satuan ini terus diaktifkan.

Baca juga:
Wakapolri sebut pelibatan TNI berantas terorisme bukan hal baru
Wakapolri sebut ada UU soal TNI terlibat perangi teroris
Wiranto sebut konsep kerja Koopsusgab masih disusun
Aktivis HAM sarankan pembentukan Koopssusgab disertai PP atau Perpres
BNPT dukung pengaktifan kembali Koopsusgab untuk berantas terorisme

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.