Duka mendalam selimuti keluarga gadis yang tewas di kamar kontrakan
Duka mendalam selimuti keluarga gadis yang tewas di kamar kontrakan. Agus Eko juga menjelaskan hingga akhirnya Ririn ditemukan sudah membusuk di kamar mandi kontrakan yang ditempati Anton dalam posisi dibungkus karpet. Sedangkan Anton yang menyewa rumah kontrakan tersebut sudah hilang sejak dua hari Ririn menghilang.
Duka mendalam masih dirasakan keluarga Ririn Agustin (11), ABG yang ditemukan tewas di kamar mandi kontrakan milik Sunardi yang dihuni Anton (40) di Dusun Rawasari RT 01/03 Desa Jomin Barat, Kecamatan Kotabaru, Karawang. Kesedihan terutama dirasakan kedua orangtua korban, Carni dan Carwin.
Kedua orangtua Ririn bahkan hampir tak percaya atas kematian anak perempuannya itu. Dikatakan paman korban Agus Eko, sebelum ditemukan tewas Ririn sempat meminta dicarikan bambu untuk latihan pramuka.
"Sejak pamit keluar untuk les itulah tidak pulang ke rumah, sehingga membuat panik kedua orangtuanya dan warga ikut mencarinya," kata paman korban , Agus Eko, Senin (17/9).
Agus Eko juga menjelaskan hingga akhirnya Ririn ditemukan sudah membusuk di kamar mandi kontrakan yang ditempati Anton dalam posisi dibungkus karpet. Sedangkan Anton yang menyewa rumah kontrakan tersebut sudah hilang sejak dua hari Ririn menghilang.
"Terakhir saya bertemu saat saat sehari sebelum Ririn menghilang," jelasnya.
Agus Eko juga menuturkan Ririn ditemukan bermula ketika warga sekitar curiga pintu kamar kontrakan Anton terkunci rapat dan mencium bau busuk. Di saat warga mendobraknya ditemukan sandal korban di kamar tidur dan bau busuk tersebut bersumber dari dikamar mandi dan ditemukanlah sosok jasad korban.
"Dari kecurigaan itu perangkat desa bersama warga dan polisi membuka paksa kontrak di depan rumah korban .Hingga Ririn ditemukan dengan kondisi tewas mengenaskan di dalam kamar mandi," jelasnya.
Paman korban juga menyebutkan lantaran masih syok, kedua orangtua Ririn belum bisa bertemu dengan siapapun. Mereka masih terpukul atas kematian anaknya itu.
Keluarga berharap agar pihak Kepolisian bisa segera mengungkap penyebab pasti keponakannya meninggal dunia serta motifnya.
"Kami keluarga berharap segera mengungkap kasus kematian korban dan segera menangkap pelaku yang sudah tega menghilangkan nyawa anak," harap Agus Eko.
Sementara Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Polisi belum mengetahui motif dugaan pembunuhan terhadap korban. Tetapi dari hasil penyelidikan pada jasad korban terdapat luka menghitam pada bagian leher.
Dugaan sementara penyebab pasti kematian bocah tersebut masih menunggu hasil otopsi untuk memperkuat hasil penyelidikan.
"Saat ini dilakukan penyelidikan, dan masih menunggu hasil otopsi, penyebab pasti meninggalnya korban. Namun dari pemeriksaan sementara, kami menduga kuat korban meninggal dunia akibat dibunuh dengan cara lehernya dijerat dengan tali," ucap Slamet Waloya.
Baca juga:
Duka mendalam selimuti keluarga gadis yang tewas di kamar kontrakan
Polisi kembali bekuk 2 pembunuh pasutri di Balikpapan, motif perampokan
Tak sampai 24 jam, pembunuh pasutri di Balikpapan diringkus di Kukar
Polisi duga motif pembunuhan pasutri di Balikpapan karena perampokan
Dihantui arwah korban yang dibunuhnya, pria mendalami ilmu kebal menyerahkan diri