Dugaan sementara, kebakaran Museum Bahari karena korsleting listrik
Polisi masih menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui secara pasti sebab kebakaran itu. "Dari saksi melihat seperti itu, tapi nanti labfor yang bekerja dan mengetahui dari mana kebakaran terjadi," ujarnya.
Museum Bahari di Jl Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, terbakar tadi pagi. Sebab kebakaran diduga karena korsleting listrik.
"Ada pegawai yang melihat ada percikan api ke bawah di blok C itu dari kabel terbakar, artinya ada barang yang mudah terbakar di bawah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Selasa (16/1).
Polisi masih menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui secara pasti sebab kebakaran itu. "Dari saksi melihat seperti itu, tapi nanti labfor yang bekerja dan mengetahui dari mana kebakaran terjadi," ujarnya.
Sementara itu, untuk kerugian petugas belum dapat memastikan. Namun, petugas hingga kini masih berupaya mengamankan sisa-sisa sejarah.
"Untuk sekarang mengamankan barang-barang yang masih tersisa kemudian juga kalau ada manusia di sana kita utama kan itu," jelas dia.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, usai meninjau lokasi kebakaran mengatakan kerugian akibat kebakaran di Gedung C itu yang banyak menyimpan benda koleksi jelas tak ternilai harganya.
"Tadi ada yang tanya berapa nilai kerugiannya. Kalau barang-barang seperti ini itu priceless tak bisa dinilai dengan rupiah. Ya gedungnya bisa dihitung, harga gentengnya, harga eternity-nya tapi barangnya itu priceless tak bisa dinilai rupiah karena itu harus dijaga," jelasnya.
Baca juga:
Museum Bahari ludes dilalap si jago merah
Anies sebut barang yang terbakar di Museum Bahari tak ternilai harganya
Anies Baswedan datangi lokasi kebakaran Museum Bahari
Museum Bahari terbakar, 21 mobil damkar dikerahkan