Dugaan penemuan serpihan MH370, keluarga penumpang di Medan kecewa
Keluarga masih berharap pesawat tidak tenggelam dan kerabat mereka masih hidup.
Pihak keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang sudah mendapat kabar mengenai ditemukannya serpihan, diduga bagian dari pesawat itu, di pantai Pulau La Reunion, Prancis. Selain dari media massa, mereka juga memperoleh pemberitahuan resmi dari maskapai penerbangan melalui surat elektronik.
"Kami sudah menerima email dari pihak Malaysia Airlines. Mereka menyatakan ditemukan puing dengan tiga indikasi kesamaan dengan pesawat yang hilang itu," kata Santi (43 tahun) kepada merdeka.com di Medan, Kamis (31/7).
Santi merupakan adik dari Sugianto Lo (47 tahun) asal Medan. Kakaknya merupakan salah seorang penumpang penerbangan MH370, dan turut menjadi korban hilang.
Meski demikian, pihak maskapai belum bisa memastikan apakah serpihan itu benar-benar bagian pesawat MH370. Mereka masih harus menyelidiki lagi dan akan terus memberi kabar kepada keluarga penumpang.
Penerbangan maskapai Malaysia Airlines MH370 menggunakan pesawat Boeing 777 dan hilang pada 8 Maret 2014. Pesawat membawa 239 orang ini bertolak dari Kuala Lumpur menuju Beijing, Tiongkok.
Sugianto Lo dan istrinya, Vinny Chynthya Tio (47 tahun), merupakan dua dari tujuh warga Indonesia terdaftar sebagai penumpang pesawat itu. Selain keduanya masih ada nama Firman Siregar (25 tahun), Indra Suria Tanurisam (57), Willy Surijanto Wang (53), serta dua orang terdaftar dengan nama Ferry Indra Suadaya, masing-masing berusia 42 dan 35 tahun. Tiga berasal dari Medan, sedangkan sisanya dari DKI Jakarta.
Selain WNI, penumpang pesawat itu terdiri atas 152 warga Cina, 38 orang Malaysia, 5 India, 7 Australia, 3 Prancis, 3 Amerika Serikat, 2 Selandia Baru, 2 Ukraina, 2 Kanada, dan masing-masing seorang dari Rusia, Italia, Taiwan, Belanda dan Austria.
Pilot pesawat itu adalah Kapten Zaharie Ahmad Shah, warga negara Malaysia berumur 53 tahun. Zaharie bekerja di Malaysia Airlines sejak 1981 dan mengantongi 18,365 jam terbang.
Seperti diberitakan, sekelompok petugas kebersihan pantai menemukan serpihan sayap pesawat di Pulau La Reunion, Prancis. Ahli penerbangan Xavier Tytelman mengatakan, serpihan itu kemungkinan dari pesawat Malaysia Airlines MH370. Kesamaan tersebut terletak pada pada nomor seri flaperonnya #B777. Ditemukan pula nomor seri sayap pesawat BB670.
Kabar penemuan serpihan itu membuat Santi dan keluarga bersedih. Penemuan puing berarti melenyapkan harapan mereka. "Kami sedih, kalau puing sudah ditemukan di laut, berarti tidak harapan lagi. Selama ini kami kan berharap pesawat dibajak, masih utuh dan disembunyikan di satu tempat. Kami berharap abang kami dan istrinya masih selamat," ucap Santi terisak.
Perempuan ini mengatakan, keluarganya tetap tidak berhenti berdoa demi keselamatan Sugianto dan Vinny. "Setiap saat kami berdoa," ujar Santi.
Baca juga:
Serpihan mirip MH370 ditemukan di Pulau La Reunion, Prancis
Ini wujud serpihan yang diduga puing Malaysia Airlines MH370
Pesawat jatuh menabrak gunung, gadis ini selamat tanpa makan minum
Jet tempur India jatuh jadi tontonan ribuan warga
Lagi terbang, pilot ajak bintang porno pesta & merokok di pesawat
Cantiknya Niloofar Rahmani, pilot wanita pertama militer Afghanistan
Cantiknya Maria Eugenia, pilot wanita pertama militer Uruguay