Duel maut kader PAN, otak & jantung Amiluddin diambil labfor
"Dari hasil pemeriksaan tersangka mengakui memukul korban, tetapi katanya tidak keras," ujar AKBP Abdul Karim Samandi.
Setelah menjalani autopsi, beberapa organ tubuh almarhum Wakil Ketua DPD PAN Muna Laode Amiluddin Kunsi (35) dibawa untuk sampel pemeriksaan laboratorium forensik (labfor). Organ tubuh almarhum yang dijadikan sampel yakni otak, jantung dan darah.
"Sampel yang diambil dari organ tubuh almarhum adalah organ otak, jantung, dan gumpalan darah yang terdapat di sekitar kepala korban," ujar Kabid Humas Kepolisian Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) AKBP Abdul Karim Samandi saat dihubungi merdeka.com, Jumat (24/5).
Menurut Abdul Karim, hal itu untuk mengetahui lebih pasti penyebab kematian korban. "Sampel organ itu akan dikirim ke Makassar dan hasilnya baru diketahui satu minggu ke depan," ujarnya.
Wakil Ketua DPD PAN Muna La Ode Amiluddin Kunsi tewas usai duel dengan Sekretaris DPD PAN Muna, Ihlas Muhammad (42). Ihlas sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka tewasnya Kunsi.
"Dari hasil pemeriksaan tersangka mengakui memukul korban, tetapi katanya tidak keras. Makanya nanti akan kita lihat penyebab tewas korban kenapa," ujarnya.
Kejadian duel itu bermula adanya keributan antara keduanya di depan Kantor DPD PAN Muna, kemudian dilerai oleh rekan-rekan separtai di tempat itu.
"Setelah itu keduanya masuk dalam kantor. Dan kembali terjadi keributan, kemudian ada suara bunyi lemparan, dari dalam kantor," kata Karim menceritakan kronologis.
Bahkan kata Karim, mereka sempat kejar-kejaran hingga di luar kantor, setelah dilerai, korban berjalan menuju jalan raya dan terlihat oleh kemudian terjatuh, kemudian dilarikan di rumah sakit Raha tetapi nyawanya tidak bisa tertolong.
"Dari hasil visum ada luka sedikit di tubuh korban dan ada bekas luka benda tumpul di bagian lehernya. Pelaku tidak menggunakan senjata tajam, hanya sebatang kayu dan sudah dijadikan barang bukti," katanya.
Tindakan polisi saat ini katanya, menutup TKP, sudah ada barang bukti kayu yang diduga digunakan pelaku. Kemudian tetap dilakukan pemeriksaan intensif kepada tersangka dan beberapa saksi.
"Ingin saya tegaskan bahwa kematian itu belum bisa disimpulkan penyebabnya apakah karena pukulan atau karena ada penyakit lain yang diderita korban," katanya.
Sebelumnya Ketua Badan Pemenangan Pemilu PAN, Viva Yoga Muladi menyebut bila penyebab tewasnya Amiluddin murni karena serangan jantung. Dia membantah bahwa sebelumnya ada adu jotos antar kader. Sebelum tewas, Amiluddin terlihat debat komposisi nomor urut DCS dengan Ilhas Muhammad, Sekretaris DPD PAN Muna.
"Sudah saya konfirmasi dengan ketua Bapilu DPD Sultra," kata Viva.
Usai debat, korban Amiluddin kemudian keluar ke depan kantor sekretariat. Tak lama, dia ditemukan jatuh dan mulutnya sudah berbuih.
"Banyak saksi. Dibawa ke rumah sakit tapi tidak tertolong. Telinga berdarah, mulut berbuih karena sakit jantung," kilah Viva.(mdk/hhw)