Dubes Muhsin Tekankan ICA-CEPA, Perjanjian Dagang Rp22 Triliun yang Perkuat Hubungan Indonesia-Kanada
Duta Besar Muhsin Syihab menyoroti pentingnya ICA-CEPA saat serahkan surat kepercayaan ke Kanada, berharap perjanjian ini dongkrak ekonomi dan pererat hubungan kedua negara.
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab, secara resmi menyerahkan Surat Kepercayaan kepada Gubernur Jenderal Kanada, Mary May Simon. Acara penting ini berlangsung di Rideau Hall, Ottawa, pada Senin (15/9), sekitar 2,5 bulan setelah kedatangan Dubes Muhsin di ibu kota Kanada pada akhir Juni 2025. Dalam kesempatan tersebut, Dubes Muhsin secara khusus menyoroti potensi besar Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA-CEPA).
Penyerahan surat kepercayaan ini menjadi momen strategis untuk mempertegas komitmen Indonesia dalam meningkatkan kerja sama bilateral dengan Kanada. Dubes Muhsin menekankan urgensi ratifikasi ICA-CEPA sebagai fondasi utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kedua negara. Perjanjian ini diharapkan dapat segera diimplementasikan demi memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan volume perdagangan dan investasi.
“Semoga ICA-CEPA dapat segera ditandatangani dan diratifikasi guna implementasi pada kesempatan pertama agar lekas berdampak positif bagi peningkatan volume perdagangan dan investasi kedua negara”, kata Dubes Muhsin, sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi KBRI Ottawa. Pernyataan ini menggarisbawahi harapan besar Indonesia terhadap perjanjian dagang yang telah lama dinantikan tersebut.
Pentingnya Ratifikasi ICA-CEPA untuk Ekonomi Kedua Negara
Negosiasi ICA-CEPA telah berhasil diselesaikan pada akhir tahun lalu, menandai sebuah tonggak pencapaian ekonomi yang krusial. Perjanjian ini dirancang untuk memperluas kerja sama strategis antara Indonesia dan Kanada, khususnya dalam menggali potensi-potensi ekonomi yang belum tergarap secara maksimal. Dengan ratifikasi yang segera, ICA-CEPA diharapkan dapat membuka pintu bagi peluang-peluang baru.
Melalui implementasi ICA-CEPA, PDB gabungan kedua negara diproyeksikan akan meningkat secara substansial. Angka estimasi menunjukkan peningkatan sekitar 1,7 miliar dolar AS, dengan Indonesia mendapatkan tambahan PDB sebesar 1,4 miliar dolar AS (sekitar Rp22,97 triliun). Sementara itu, Kanada diperkirakan akan melihat peningkatan PDB sebesar 328 juta dolar AS (sekitar Rp5,4 triliun), menunjukkan manfaat timbal balik dari perjanjian ini.
Selain manfaat ekonomi langsung, ICA-CEPA juga akan memperkuat posisi Indonesia di pasar global dan diversifikasi ekspor. Dubes Muhsin dan Gubernur Jenderal Simon menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang lain, termasuk perdagangan, investasi, pendidikan, lingkungan hidup, serta sosial budaya. Perjanjian ini menjadi katalisator bagi hubungan yang lebih erat dan komprehensif.
Peningkatan Hubungan Ekonomi dan Pariwisata Indonesia-Kanada
Hubungan bilateral antara Indonesia dan Kanada menunjukkan tren positif, tidak hanya di sektor perdagangan dan investasi, tetapi juga dalam interaksi antar masyarakat. Dubes Muhsin menyoroti peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Kanada ke Indonesia sebagai indikator kuat dari hubungan yang semakin akrab. Data ini menunjukkan minat yang tumbuh dari warga Kanada terhadap kekayaan budaya dan alam Indonesia.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan warga negara Kanada ke Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2022 tercatat 36.042 orang, kemudian melonjak menjadi 83.696 orang pada tahun 2023, dan mencapai 87.875 orang di tahun 2024. Tren ini menunjukkan daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata yang semakin populer di kalangan masyarakat Kanada.
“Kami dengan senang mencatat semakin banyaknya penduduk Kanada yang berkunjung ke Indonesia. Pada akhir 2025, diperkirakan lebih dari 100 ribu wisatawan Kanada akan berkunjung ke Indonesia”, tutur Muhsin. Prediksi ini mengindikasikan potensi pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan, didorong oleh promosi dan hubungan yang harmonis antara kedua negara.
Kolaborasi Multisektoral dan Nilai-nilai Bersama
Di bidang people-to-people contact, Dubes Muhsin menekankan banyaknya kesamaan fundamental antara Indonesia dan Kanada. Kedua negara menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, pluralisme, dan multikulturalisme yang tumbuh subur dalam masyarakatnya. Selain itu, nilai toleransi juga mengakar kuat di kedua masyarakat, menjadi dasar kuat untuk kolaborasi yang lebih mendalam.
Gubernur Jenderal Simon menyambut baik kedatangan Dubes Muhsin dan menyatakan kesiapan Kanada untuk menjadi mitra kerja sama yang kuat. “Anda tiba di Kanada pada saat kolaborasi lintas batas semakin krusial daripada sebelumnya. Di berbagai belahan dunia, kita menyaksikan berbagai disrupsi, tetapi sesungguhnya juga terdapat peluang-peluang yang bisa kita manfaatkan. Dengan semangat itu, Kanada siap menjadi mitra kerja sama bagi negara anda,” ucapnya saat menerima Surat Kepercayaan.
Pada tahun 2024, total nilai perdagangan Indonesia-Kanada mencapai 3,58 miliar dolar AS (sekitar Rp58,7 triliun), menunjukkan peningkatan 3,16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Komoditas ekspor utama Kanada ke Indonesia meliputi potassium dan gandum, sementara Indonesia mengekspor perlengkapan mesin dan karet alam ke Kanada. Aliran investasi Kanada ke Indonesia juga signifikan, mencapai 492 juta dolar AS (Rp8 triliun) pada 2024, didominasi sektor pertambangan, dan melonjak 37 persen dari tahun sebelumnya.
Sumber: AntaraNews