LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dua Siswi SMP di OKI Tewas Tenggelam Usai Perahu Ditumpangi Pulang Sekolah Bocor

Peristiwa itu terjadi saat mereka hendak ke rumah sepulang sekolah, Sabtu (1/12). Begitu melintasi Sungai Babatan, perahu mengalami kebocoran.

2018-12-02 01:32:00
Tewas Tenggelam
Advertisement

Lantaran perahu yang ditumpangi bocor, dua dari delapan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tewas tenggelam. Mereka tak bisa berenang saat perahu tenggelam.

Peristiwa itu terjadi saat mereka hendak ke rumah sepulang sekolah, Sabtu (1/12). Begitu melintasi Sungai Babatan, perahu mengalami kebocoran.

Beban yang berat membuat perahu dengan cepat berisi air hingga tenggelam. Selain mengangkut sembilan orang termasuk serang (pengemudi), perahu itu juga bermuatan sembako cukup banyak.

Advertisement

Panik, semuanya menyelamatkan diri. Nahas, kedua korban, Santi Wulandari (18) dan Eka Amelia (18) tak bisa berenang dan akhirnya tewas tenggelam. Mereka duduk di bangku kelas X SMP Negeri 1 Pedamaran.

Sementara keenam rekannya, Reza Andela, Agnes Monika, Viona Wulandari, Nadia, Dilayanti dan Gebi, berhasil berenang ke tepian. Kedua korban tewas sudah dievakuasi warga dan dibawa ke rumah duka di Desa Menang Jaya, Kecamatan Pedamaran.

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra membenarkan kejadian itu. Dua korban tewas dan tujuh lainnya selamat, termasuk pengemudi perahu.

Advertisement

"Iya, kejadiannya siang tadi. Ada dua siswi SMP tewas karena tak bisa berenang," ungkap Donni saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (1/12).

Dikatakannya, berdasarkan keterangan pengemudi perahu, dia hendak pulang membawa sembako untuk berjualan di kampungnya. Tiba-tiba para korban datang dan meminta dengan agak memaksa agar ikut pulang menggunakan perahu nahas itu.

"Pengemudinya sudah tua, usia 65 tahun, dia tak bisa menolak permintaan para korban. Dia sekarang masih di rumah sakit, masih trauma," ujarnya.

Sejauh ini, kata dia, belum ada laporan dari keluarga korban untuk diproses secara hukum. Meski demikian, pihaknya tetap akan menyelidiki lebih lanjut kasus ini.

"Bisa dibilang perahu itu over load, juga bukan peruntukannya karena sudah berisi barang-barang, tapi ditumpangi para korban," pungkasnya.

Baca juga:
Hilang Tenggelam, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Waduk Jangari
Satu Mayat yang Ditemukan Mengambang di Selat Malaka Ternyata Warga Sumbar
3 Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Selat Malaka
Sorot Puluhan Nyawa Tewas di Lubang Bekas Tambang Kaltim, Kantor Aktivis Diserang
Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Brantas Usai Bermain Futsal
Perusakan Kantor dan Merasa Terintimidasi, Aktivis Jatam Kaltim Lapor Polisi
Tak Bisa Berenang, Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam di Kali Brantas

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.