Dua Remaja di Pasuruan Terekam Main 'Motorcross' di Area Kuburan
Polsek Grati berupaya menemukan kedua remaja tersebut. Hasilnya, kedua remaja itu merupakan warga setempat dan langsung dilakukan proses mediasi. Keduanya meminta maaf dan membuat surat pernyataan.
Warga Pasuruan ramai memperbincangkan video bocah bermain motor layaknya motorcross. Video itu heboh lantaran tempat yang dipakai untuk bermain layaknya sirkuit, adalah kuburan.
Dari video yang beredar di media sosial, tampak dua remaja sedang mengendarai motor jenis bebek matic. Dalam video berdurasi 23 detik tersebut, awalnya hanya terlihat seorang remaja yang mengenakan kaos warna merah dan bercelana pendek hitam, melintas di tanah bergelombang. Baru disusul temannya yang juga menggunakan motor bebek matic, ikut melintas.
Sekilas, tidak ada yang aneh dalam video tersebut. Namun, pemandangan dalam video baru terlihat ganjil setelah terlihat nisan (patok makam) dan tanaman kamboja khas kuburan. Kedua remaja itu terlihat melintasi beberapa gundukan kuburan dengan bergaya layaknya naik motor cross.
Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto, membenarkan terkait dengan kejadian itu terjadi di Pasuruan Kota. Ia menyebut, lokasi tepatnya berada di Desa Kebon Rejo, Grati, Kota Pasuruan.
"Iya, kejadian itu di Dusun Menangas, Desa Kebon Rejo, Grati. Ada dua remaja yang melakukan itu," ujarnya, ketika dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (25/7).
Ia menambahkan, video tersebut diketahui dibuat pada Rabu (24/7) dan berlokasi di kuburan desa setempat. Dengan viralnya video tersebut, polisi pun bergerak cepat.
Jajaran kepolisian Polsek Grati pun berupaya menemukan kedua remaja tersebut. Hasilnya, kedua remaja itu merupakan warga setempat dan langsung dilakukan proses mediasi oleh Kepolisian.
"Pada Rabu sore videonya viral, Rabu malam, jajaran Polsek Grati sudah melakukan proses mediasi. Kedua remaja itu sudah membuat pernyataan permintaan maaf," tegasnya.
Disinggung mengenai tuntutan hukum dari masyarakat yang merasa dirugikan, AKP Endy mengaku sejauh ini belum ada. Namun, ia memastikan jika kedua remaja yang viral itu tak akan mengulangi perbuatannya, karena telah membuat surat pernyataan permintaan maaf.
"Tidak ada tuntutan hukum. Kedua remaja itu sudah minta maaf," katanya.
Baca juga:
Viral Turis Larang dan Usir Warga Bali Bermain di Pantai
Dikabarkan Berdamai, Kasus Pengemudi Rubicon Tabrak Panitia Milo Run Tetap Diproses
Pekan Depan, 2 YouTuber Diperiksa Dugaan Pencemaran Nama Baik Garuda Indonesia
Tidak Ditahan, Sopir Rubicon Terobos Lomba Lari 10K Milo Jadi Tersangka
Penjelasan BPSPL Viral Video Ikan Terdampar di Bali, Tak Terkait Gempa
Tabrak Panitia di Acara Milo Run 2019, Pengemudi Rubicon Terancam Penjara 5 Tahun