Dua Pasien Baru Omicron Diisolasi di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran
Dengan demikian, tersisa 3 sampel yang belim mendapat hasil dari pengujian dengan metode WGS. Sebagaimana disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, pemerintah tengah menguji 5 sampel probable Omicron.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengonfirmasi dua sampel probable Omicron, menjadi positif Omicron. Hasil ini diperoleh usai dilakukan pengujian dengan metode whole genome sequencing (WGS). Dua orang yang terkonfirmasi Omicron, kini menjalani isolasi di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran.
Nadia menyampaikan, masa karantina dua pasien tersebut selama 10 hari. Hal ini merujuk Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 25 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada masa Pandemi Covid - 19.
"Masuk ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran per tanggal 10 Desember 2021," ujar Nadia saat dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (18/12).
Dengan demikian, tersisa 3 sampel yang belim mendapat hasil dari pengujian dengan metode WGS. Sebagaimana disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, pemerintah tengah menguji 5 sampel probable Omicron.
Dua orang dengan historis perjalanan Amerika dan Inggris. Tiga orang dengan historis perjalanan dari Tiongkok.
Untuk diketahui, WGS merupakan metode komprehensif untuk menganalisa sebuah genome. Sementara genome adalah satu kumpulan gen yang berwujud sebuah organisme dan memiliki informasi yang dapat mengidentifikasi sebuah penyakit atau infeksi.
Sementara itu, total kasus positif Omicron yang berhasil diidentifikasi sebanyak 3 kasus.
Kasus pertama didapat dari petugas kebersihan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran. Petugas tersebut dilakukan tes pada Rabu 8 Desember 2021. Pada Jumat 10 Desember, hasil tes menunjukan positif Covid-19.
Kemenkes kemudian membawa sampel tersebut ke Litbangkes untuk dilakukan uji dengan metode WGS.
Rabu, 15 Desember, sampel terkonfirmasi positif Omicron.
Menurut Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Wiku Adisasmito, uji WGS dilakukan apabila hasil tes PCR terkonfirmasi positif Covid-19, namun tidak terdeteksi Protein Spike, disebut dengan istilah S Gene Target Failures (SGTF).
"Bila hasil test PCR menggunakan reagen SGTFnya positif, maka kasus tersebut probable Omicron. Selanjutnya sampel diuji dengan whole genome sequencing untuj memastikan varian Omicron atau bukan," ujar Wiku.
Sampel yang diuji tidak hanya berasal dari para pelaku perjalanan luar negeri.
"Idealnya seluruhnya, sehingga standardisasi tes sedang diusahakan," tandasnya.
Baca juga:
Pfizer: Pandemi Bisa Berlangsung Sampai 2023, Baru Jadi Endemi Global Pada 2024
11 Juta Orang Diperkirakan Bepergian Saat Nataru, Waspada Omicron Mengintai
WHO: Kasus Omicron Berlipat Ganda Setiap 1,5 hingga 3 Hari
Vaksinasi Jadi Bagian Penting dalam Membedakan Gejala Covid-19 Varian Omicron
Paris Batalkan Pesta Kembang Api Tahun Baru karena Melonjaknya Kasus Omicron