Dua karyawan Pelindo ikut tumpangi Lion Air yang jatuh di perairan Karawang
Kedua karyawan IPC tersebut sehari-hari bekerja di Pelabuhan Pangkalan Balam. Namun, akhir pekan biasanya kembali ke Jakarta untuk mengunjungi keluarga.
PT Pelindo II/IPC (Persero) membenarkan terdapat dua karyawan perusahaan jasa keplabuhanan itu yang menjadi penumpang pesawat Lion Air JT610 jatuh di perairan Karawang, Senin (29/10) pagi.
"Benar ada dua karyawan IPC yang masuk dalam manifest Lion Air. Namun kami belum memastikan kondisi terakhir keduanya karena harus menunggu hasil keterangan resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)," kata Corporate Secretary IPC Shanti Puruhita seperti dilansir Antara.
Menurut Shanti, informasi lebih lanjut soal kedua nama masih belum bisa diungkapkan karena alasan etis. "Kami menunggu hasil investigasi KNKT, untuk kemudian dapat diinformasikan kepada keluarga terlebih dahulu," ujar Shanti.
Dia menjelaskan, kedua karyawan IPC tersebut sehari-hari bekerja di Pelabuhan Pangkalan Balam. Namun, akhir pekan biasanya kembali ke Jakarta untuk mengunjungi keluarga.
Pesawat type B737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT610 milik operator Lion Air berangkat dari Bandar Udara Soekarno Hatta, Banten, menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang dilaporkan telah hilang kontak pada Senin (29/10) sekitar pukul 06.33 WIB.
Baca juga:
Pesawat Lion Air jatuh, nelayan di Tanjung Karawang mengaku dengar ledakan keras
Ini 5 jaksa tumpangi Lion Air JT610 jatuh di Karawang
Duka untuk Lion Air dan logo hitam merdeka.com
Ditpol Air Polda Metro Jaya kerahkan 3 kapal cari puing dan korban Lion Air jatuh
Komisi V DPR sesalkan pengumuman kecelakaan Pesawat Lion Air lambat