LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

DPRD sebut kemiskinan Bali tinggi karena warga nyaman hidup miskin

"Warga sudah merasa terlena dengan bantuan program pengentasan kemiskinan dari pemerintah," ujar I Nyoman Parta.

2015-04-24 13:39:09
Kemiskinan
Advertisement

Bali yang hanya memiliki andalan di sektor pariwisata mampu membuat dunia mengenalnya. Sayang di tengah kondisi ini masih saja ditemukan warga miskin di berbagai daerah Bali.

Bahkan Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika tak habis pikir mengapa di Pulau Dewata masih terdapat kemiskinan. Menurutnya, sebagai destinasi pariwisata dengan pendapatan triliunan rupiah pertahun, semestinya taraf hidup masyarakat Bali dalam zona nyaman.

Katanya angka kemiskinan di Bali tahun 2014 meningkat dari 4,4 persen menjadi 4,7 persen. Pada saat sama, ekonomi Bali tumbuh sebesar 6,7 persen.

Menurut anggota Komisi IV DPRD Bali yang membidangi kesejahteraan rakyat, I Nyoman Parta, ada beberapa indikator penyebab kemiskinan di Bali. "Sedikitnya ada sembilan indikator kemiskinan di Bali yang saya temukan dari hasil turun ke lapangan," kata Parta, Jumat (24/4).

Penyebab kemiskinan pertama menurutnya adalah nyaman dengan kemiskinan. "Pertama itu karena nyaman miskin. Ini penyakit. Warga sudah merasa terlena dengan bantuan program pengentasan kemiskinan dari pemerintah," ungkapnya.

Lanjutnya kemiskinan terjadi karena pendidikan yang tidak memadai. "Semakin bodoh, semakin miskin," tegasnya.

Katanya akibat pendidikan yang tidak memadai, maka pekerjaannya pun tidak memadai. "Kita harus sepakat, menyelesaikan problem strategis melalui pendidikan. Bedah rumah tidak menyelesaikan masalah. Beras murah hanya menyambung hidup. Utamanya adalah pendidikan," kata politisi PDIP itu.

Tahun ini, menurutnya, Pemprov Bali mengagendakan membedah 1.500 unit rumah. Satu rumah dianggarkan sebesar Rp 30 juta.

"Lebih baik dialihkan ke pendidikan, beasiswa miskin Rp 30 juta itu kita kasih, setelah lulus dia bisa bedah 3 rumah. Memang ada yang butuh bedah rumah, tapi setelah itu apa?" tanyanya mengakhiri.(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.