DPRD desak Pemkot Depok segera operasionalkan Terminal Jatijajar
DPRD desak Pemkot Depok segera operasionalkan Terminal Jatijajar. Jika dibiarkan terus mangkrak dikhawatirkan infrastruktur yang ada lambat laun akan rusak.
Anggota Komisi V DPRD Kota Depok, Mahfudz Abdurrahman mendesak agar Terminal Jatijajar segera dirampungkan pengerjaannya. Pasalnya, saat dirinya melihat ke lapangan, terminal tersebut sudah hampir rampung, tinggal pembangunan JPO (Jembatan Pembangunan Orang).
"Setelah saya cek semua sudah lengkap kecuali JPO. Harusnya ini sudah bisa dioperasionalkan," ujar Mahfudz, Senin (9/1).
Permasalahan saat ini, lanjut Mahfudz, yakni soal pihak yang mengelola terminal tipe A tersebut. Untuk hal itu, Mahfudz menilai pemerintah pusat-lah yang harus mengelolanya.
"Namun secara otoritas ini memang harus dikelola oleh pusat," tuturnya.
Mahfudz menambahkan, jika dibiarkan terus mangkrak dikhawatirkan infrastruktur yang ada lambat laun akan rusak.
"Belum lagi nanti akan ada persoalan sosial lainnya yang mungkin saja dimanfaatkan untuk hal yang tidak perlu," ucapnya.
Menurutnya, jika ini dioperasikan walaupun sifatnya masih minim diyakini akan mendongkrak roda perekonomian di sekitar wilayah itu. Belum lagi masalah kemacetan di protokol Depok pun bisa teratasi nantinya. "Ini bisa mengurai kemacetan juga. Jadi menurut saya sebaiknya segera dioperasionalkan," katanya.
Untuk diketahui, pembangunan Terminal Jatijajar menghabiskan APBD Pemkot Depok sebesar Rp 117 miliar. Sedangkan, untuk pembangunan JPO sendiri diperkirakan akan menelan anggaran sebesar Rp 6 miliar.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Gandara Budiana menambahkan, jika memang nantinya terminal ini bisa dikelola oleh Depok maka akan menjadi aset daerah. Dan ini menjadi keuntungan bagi Depok tentunya. "Kalau bisa dikelola oleh Depok lebih bagus. Ini akn punya efek mengurangi kemacetan di Margonda juga," katanya.(mdk/rhm)