DPR minta polisi jaga keamanan wisatawan asing
Saya minta aparat, khususnya Polri untuk memberikan rasa nyaman apalagi wisatawan asing," kata Priyo Budi di DPR.
Aksi penembakan terus terjadi di Papua. Korban terakhir adalah wisatawan warga Jerman di Papua. Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso mengungkapkan rasa terkejutnya dengan berita ini. Terlebih lagi menimpa warga asing.
"Lagi-lagi kita terkejut dengan berita itu, kita menyesalkan di Papua tidak kondusif. Saya minta aparat, khususnya Polri untuk memberikan rasa nyaman apalagi wisatawan asing," kata Priyo kepada wartawan di DPR, Jakarta, Kamis, (31/5).
"Ini berita tak baik, apalagi pihak Polri yang tugasnya menjamin rasa aman, kawatirnya nanti Papua bisa dinilai tak kondusif," lanjutnya.
Sebenarnya, pemerintahan di Papua seperti gubernur, bupati berjalan normal dan baik, papar Priyo.
"Kemarin juga kami terima juga gubernur dan bupati Papua. Semakin dewasanya demokrasi, harusnya pemilihan baik itu menang atau kalah juga harus lebih dewasa juga menyikapinya," jelas Priyo.
"Gubernur dan bupati berjalan normal. Kita nanti akan panggil dan dengar dari Polda Papua. Ini pemberitaan tak baik buat Indonesia," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono meminta agar masyarakat mewaspadai kelompok bersenjata di Papua.
"Artinya memang setiap jengkal wilayah kita itu kan keamanannya sudah kita upayakan seoptimal mungkin, tetapi manakala masih ada kejadian, kita harus menyadari masih ada kelompok bersenjata yang harus kita waspadai," ujar Agus di Gedung DPR, Kamis (31/5).
Sementara itu, Warga negara Jerman yang menjadi korban penembakan di pantai Base G Jayapura, Dietmer Pieper (55) akan dievakuasi ke Singapura. Namun waktu evakuasi belum dipastikan karena masih menunggu pemberitahuan dari Kedubes Jerman di Jakarta dan pihak asuransi.(mdk/ian)