DPR minta pemerintah gencar sidak obat palsu
Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf minta BPOM dan Kemenkes buat satgas untuk sidak obat palsu.
Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf meminta kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk tetap memberlakukan satgas agar dapat menindak lanjuti obat palsu yang beredar di Indonesia.
"Kita melakukan penekanan pada BPOM dan Kemenkes, semenjak kasus vaksin palsu, kami minta satgas untuk tidak berhenti pada vaksin saja, tetapi pada obat juga," ucap Dede dalam acara diskusi "Polemik Obat Palsu, Siapa Mau?" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/9).
Menurutnya, selama ini banyak obat-obat palsu yang beredar di Indonesia. Banyak para pedagang obat palsu yang menganggap bahwa BPOM akan melakukan sidak menjelang hari raya.
"Point utama satgas ini harus diteruskan. Kerjasama harus diteruskan, karena mereka (pedagang) beranggapan bahwa BPOM kalau sidak hanya pada menjelang Lebaran dan Natal. Ini sudah bisa terbaca oleh masyarakat," terangnya.
Dede menambahkan mereka yang mengedarkan obat-obat palsu telah mempunyai dukungan-dukungan yang kuat dari berbagai kalangan.
"Tentu kedepannya konsep yang harus dirubah, jangan hanya tes lab saja. Pengedar obat palsu itu pasti punya backingannya. Kalau mereka tidak punya, pasti tidak bisa bertahan hingga puluhan tahun," lanjutnya.
Di dunia industri, semua bahan obat yang ada di Indonesia diimpor. Karenanya, jika diracik sedemikian rupa obat-obatan tersebut jadi ilegal.
"Narkoba kan turunannya dari obat. Di dunia industri obat, semua bahan impor, kalau diolah-olah sedikit obat-obat itu bisa menjadi carnophen," tandas Dede.
BPOM dan penyelidik dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri menggerebek lima gudang berisi obat ilegal di Balaraja, Tangerang, Banten.
Kepala BPOM, Penny K. Lukito mengatakan, dalam penggeledahan tersebut, tim menemukan obat ilegal yang kerap digunakan dan menghasilkan efek halusinasi seperti trihexiphenidyl, heximer dan tramadol.
"Trihexiphenidyl dan heximer juga merupakan obat parkinson, sedangkan tramadol adalah obat antinyeri. Bila disalahgunakan, sering menimbulkan halusinasi," tuturnya.
Penny mengatakan, tim juga menemukan carnophen dan somadryl yang merupakan obat antinyeri berbahan aktif carisoprodol yang telah dicabut izin peredarannya oleh BPOM.
(mdk/ard)