DPR Minta Kemenkes dan BPOM Cek Penyebab 2 Lansia Meninggal Usai Divaksinasi
Menurutnya, pemerintah harus mengecek apakah ada relevansinya dua lansia itu meninggal karena pemberian vaksin
Dua lansia asal Kabupaten Banyumas meninggal dunia usai disuntik vaksin Covid-19 pada Senin (8/3) lalu. Anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN Saleh Daulay meminta Kementerian Kesehatan mengecek peristiwa itu. Dia minta Kemenkes mengevaluasi bila hal itu benar terjadi.
"Kementerian kesehatan diminta untuk segera turun tangan melakukan evaluasi dan pemeriksaan terkait dengan dugaan wafatnya dua warga yang lansia setelah mereka ikut vaksin dan tentu harus diperiksa apa saja yang menyebabkan mereka itu meninggal setelah divaksin," katanya saat dihubungi merdeka.com, Selasa (16/3).
Menurutnya, pemerintah harus mengecek apakah ada relevansinya dua lansia itu meninggal karena pemberian vaksin. Atau mungkin ada faktor lain yang menyebabkan dua lansia tersebut bisa meninggal.
"Kita berharap pemerintah menggandeng pihak pihak yang seperti tim Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) KIPI daerah ikut terlibat secara aktif terkait pemeriksaan itu," ucapnya.
Saleh tidak ingin merebak isu-isu yang tidak benar terkait meninggalnya dua lansia itu. Terlebih, media sosial sekarang ini tidak bisa dikontrol sepenuhnya.
"Jadi kita berharap ada pernyataan resmi lah dari pemerintah dengan itu termasuk dengan BPOM yang melakukan tanggung jawab terhadap seluruh pengadaan vaksin, pelaksanaan vaksinasi dan pasca vaksinasi, BPOM diminta untuk turun," pungkasnya.
Penjelasan Dinkes Jateng
Diberitakan, Dinas Kesehatan Jawa Tengah menyebut dua lansia meninggal usai divaksin di Banyumas bukan karena efek kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), tapi adanya serangan jantung.
"Setelah kita cek ternyata almarhum punya penyakit penyerta serangan jantung," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo di Semarang, Senin (15/3).
Dia menyebut dua lansia asal Kabupaten Banyumas meninggal dunia usai disuntik vaksin Covid-19, Senin (8/3). Namun, usai menjalani vaksinasi tahap pertama, Dinkes Banyumas menerima laporan bahwa kedua lansia tersebut dibawa ke RSUD Banyumas karena mengalami serangan jantung, Selasa (9/3), dan mereka meninggal dunia.
"Kita dapat laporannya bahwa dua orang yang sudah sepuh meninggal setelah kondisinya kritis di rumah sakit," jelasnya.
Secara keseluruhan, selama proses vaksinasi berlangsung sampai saat ini, sejumlah warga mengeluhkan efek samping yang ditimbulkan mulai dari nyeri pada lengan tangan sampai mengantuk.
"Setiap orang gejalanya beda-beda," ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan kedua lansia yang meninggal di Banyumas tak ada hubungannya dengan vaksinasi
"Kejadian di Banyumas ada yang meninggal karena sakit jantung," kata Ganjar.
(mdk/ray)