DPR: Menyangkut Kepercayaan Publik, Harus Ada Sanksi Tegas Kasus Tes Covid-19 Bumame
DPR mendorong Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turun tangan menyelidiki kasus kesalahan hasil tes Covid-19 dilakukan Bumame Farmasi.
Perusahaan layanan tes PCR dan antigen Bumame Farmasi diminta tak hanya meminta maaf menyusul kesalahan hasil tes Covid-19 terhadap salah seorang warga viral di media sosial. Investigasi kasus tersebut tak hanya dilakukan internal dan sebatas permintaan maaf karena menyangkut kepercayaan publik.
"Harus ada kejelasan, transparansi siapa yang salah siapa, yang bertanggungjawab dan kesalahan di mana. Kalau teryata ada SOP, ada pembinaan, sanksi nomor dua, tapi manajemen tidak hanya meminta maaf tetapi harus transparasni karena ini menyangkut kepercayaan publik," kata anggota Komisi IX DPR Rahmat Handoyo saat dihubungi merdeka.com, Jumat (4/2).
Menurut Handoyo, kasus yang sudah menjadi konsumsi publik itu berimbas terhadap laboratorium kesehatan yang melayani tes PCR. Kesalahan hasil tes Covid-19 tersebut semakin memudarkan rasa kepercayaan publik terhadap laboratorium tes kesehatan.
Oleh sebab itu, dia mendorong Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turun tangan menyelidiki kasus kesalahan hasil tes Covid-19 dilakukan Bumame Farmasi. Menurut dia, jika terbukti ditemukan kesalahan secara sengaja dapat diberikan sanksi tegas.
"Kalau perlu apakah kepolisian bisa jadi turun tangan untuk mengetahui apakah itu sebuah kesengajaan, apakah sebuah humman error, apakah kesalahan SOP. Harus ada transparansi dari manajemen karena itu kan laboratorium sudah terkenal, saya kira sudah ada SOP, fungsi kontrol, fungsi pengawasan internal harus berjalan sehingga tidak sebatas meminta maaf," kata dia.
Kemenkes Sebut Pengawasan dan Sanksi Kewenangan Pemda
Kementerian Kesehatan RI menduga terjadi pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) yang dilakukan oknum pegawai penyedia layanan test PCR dan Antigen Bumame Farmasi yang berujung kritik konsumen pada Rabu (2/2).
"Ini kalau 'human error' artinya ada prosedur internal dan SOP yang harus dipatuhi," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (4/2).
Nadia mengatakan, SOP merupakan suatu alur kerja dalam pelayanan test PCR dan Antigen yang sudah terstandarisasi serta menjadi panduan sebagai suatu petunjuk pelaksanaan.
"Jika kesalahan itu terbukti merugikan konsumen, maka perlu dilihat apakah sudah pelanggarannya," ujarnya.
Menurut Nadia, Kementerian Kesehatan telah menyerahkan segala bentuk pengawasan dari penyedia layanan test PCR dan Antigen kepada pemerintah daerah setempat sesuai domisili tempat usaha. Keputusan penjatuhan sanksi yang telah diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah setempat.
"Ini sanksi dan pengawasan di pemerintah daerah," ujarnya.
Bumame Farmasi Akui Kesalahan Prosedur
Sebelumnya, viral seorang perempuan marah kepada pegawai Bumame Farmasi di SCBD, Jakarta. Dalam video itu, wanita tersebut tampak geram karena dinyatakan positif Covid-19. Padahal, dia belum melakukan tes.
Wanita tersebut baru hendak menjadwalkan tes pada keesokan hari. Namun dia kaget, mendapatkan hasil tes yang menyatakan positif Covid-19.
Direktur Utama Bumame Farmasi, James Wihardja menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan sistem administrasi yang dilakukan oleh pegawainya.
Dia bercerita, hasil positif Covid-19 tersebut harusnya bukan untuk Zakiah, ibu yang marah-marah videonya viral tersebut. Namun memang, ada pelanggan lain yang bernama sama persis.
"Kami menyadari bahwa kesalahan tersebut memang benar terjadi karena adanya kesalahan administrasi dari staf di lapangan. Staf tersebut mengirimkan hasil antigen dan PCR pelanggan lain yang mempunyai nama yang sama pada 2 Februari 2022. Kami telah menindaklanjuti kejadian ini dengan memberikan teguran keras kepada staf terkait," kata James dalam suratnya yang ditujukan kepada Zakiah.
James menjamin, kejadian serupa tidak akan terulang kembali di kemudian hari. Dia juga akan memastikan Bumame Farmasi bakal lebih berhati-hati dan teliti serta penuh tanggung jawab dalam melayani pelanggan.
"Besar harapan kami permohonan maaf ini dapat diterima oleh Ibu Zakiah. Atas pengertiannya kami ucapkan terima kasih," tutup James.
Saat dikonfirmasi merdeka.com, pihak Bumame merespons dengan mengirimkan pernyataan pers berisi permohonan maaf.
Perkuat SOP
Sehubungan dengan berita yang beredar di berbagai media mengenai kesalahan administrasi di salah satu cabang Bumame Farmasi, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang diakibatkan oleh insiden ini.
Hal tersebut memang benar terjadi karena adanya kesalahan pengiriman hasil tes kepada pelanggan yang mempunyai nama yang sama, disebabkan karena kesalahan administrasi dari tim kami di lapangan.
Menanggapi hal ini, Bumame dengan cepat dan tegas menindaklanjuti masalah ini dengan memperkuat SOP yang diterapkan kepada seluruh tim Bumame untuk memastikan kejadian ini tidak akan terulang lagi.
Sebagai penyedia Tes PCR dan Antigen Swab terkemuka dan terpercaya di Indonesia, Bumame akan terus selalu mengevaluasi dan berinovasi untuk memastikan pelayanan dan keamanan terbaik bagi masyarakat.
(mdk/gil)