LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

DPR: Deradikalisasi harus massif ke kelompok rentan disusupi teroris

DPR: Deradikalisasi harus massif ke kelompok rentan disusupi teroris. Aksi kejahatan terhadap aparat Polri belum berhenti. Aksi menebar teror seorang diri atau yang dikenal istilah lone wolf dilatarbelakangi oleh motif tertentu. Langkah pencegahan, perlu melakukan pendekatan ke kelompok-kelompok yang dinilai rawan.

2017-07-02 13:03:00
Deradikalisasi mantan teroris
Advertisement

Kepolisian diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengedepankan fungsi intelijen untuk mendeteksi dengan cepat aksi penyerangan terhadap yang menyasar polisi maupun masyarakat. Saran ini menyusul serangkaian aksi penyerangan yang dilakukan di Mapolda Sumut dan penusukan dua personel Brimob di Masjid Falatehan Jakarta.

Anggota DPR dari Fraksi PKS Nasir Djamil melihat, aksi-aksi kejahatan terhadap aparat Polri belum berhenti. Aksi menebar teror seorang diri atau yang dikenal dengan istilah lone wolf dilatarbelakangi oleh motif tertentu. Untuk langkah pencegahan, perlu melakukan pendekatan ke kelompok-kelompok yang dinilai rawan.

"Kejadian ini juga membuat program deradikalisasi harus dilakukan secara masif kepada kelompok-kelompok yang rentan disusupi jaringan terorisme," kata Nasir Djamil seperti dilansir Antara.

Advertisement

Dia mendukung langkah aparat kepolisian melumpuhkan pelaku teror sesuai standar dan prosedur yang berlaku. Terutama apabila pelakunya menggunakan senjata tajam berupa pisau atau tangan kosong.

"Tentu semua ingin pelakunya dilumpuhkan hidup-hidup sehingga akan terjawab motif dan siapa pelaku sebenarnya," katanya.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Risa Mariska menilai serangkaian aksi penyerangan terhadap anggota kepolisian perlu diwaspadai. Sebab, tidak menutup kemungkinan akan terjadi aksi penyerangan selanjutnya.

Advertisement

"Sejauh ini kami melihat aparat kepolisian cepat bergerak untuk menangani teror ini, namun demikian kami berharap aparat kepolisian dapat meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk terlibat aktif dalam upaya mengantisipasi aksi atau serangan berikutnya karena umumnya teroris akan terus bergerak menebar teror.

Baca juga:
Napi teroris jaringan Santoso dipindah dari Nusakambangan ke Palu
BNPT sebut deradikalisasi kurangi tingkat radikal napi teroris
Curahan hati para mantan teroris
Mati satu, tumbuh seribu
Cerita mantan teroris ditolak bikin KTP
Mereka yang luput dari pantauan

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.