DPR akan lanjutkan investigasi jatuhnya pesawat AirAsia
Nantinya dalam panja di DPR akan dipertanyakan kembali terkait dugaan pelanggaran izin terbang.
Pesawat AirAsia QZ 8501 mengalami kecelakaan pada akhir tahun lalu yang menyebabkan ratusan penumpang dan kru tewas. Penyelidikan terkait jatuhnya pesawat nahas tersebut sampai kini belum jelas hasilnya. Keluarga pun hanya minta untuk bersabar terkait hasil investigasi jatuhnya pesawat AirAsia.
Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengatakan, penyelidikan atas jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura masih terus berlanjut di Panja Komisi V DPR. Agus menambahkan, investigasi terhadap semua pihak yang terkait dengan jatuhnya pesawat tersebut akan dipanggil tanpa terkecuali.
"Memang untuk investigasi jatuhnya pesawat AirAsia QZ-8501 membutuhkan waktu lama. Panja komisi V terus bekerja untuk selanjutnya membuat suatu rekomendasi," kata Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/4).
Politikus Partai Demokrat ini mengatakan, nantinya dalam panja di DPR akan dipertanyakan kembali terkait dugaan pelanggaran izin terbang. Sebab, awalnya ada kabar bahwa penerbangan AirAsia rute Surabaya-Singapura itu tidak mengantongi izin.
“Informasinya dulu kan izin terbang AirAsia itu hanya empat kali (seminggu). Apa benar seperti itu?. Kemenhub dan Menteri BUMN seharusnya proaktif untuk melakukan investigasi.” kata Agus.
Senada dengan Agus, anggota Komisi V DPR Sukur Nababan mengatakan, panja di komisinya akan memanggil semua pemangku kepentingan di sektor penerbangan nasional. Pihak yang akan dipanggil itu termasuk Angkasa Pura selaku pengelola bandara dan AirNAV yang mengatur navigasi penerbangan.
“Untuk menjalaskan kasus jatuhnya AirAsia itu, akan kami panggil semua ke DPR,” katanya.
Sukur mengaku miris melihat sistem penerbangan saat ini. Karena itu politisi PDIP itu mendesak Menteri BUMN Rini Suwandi untuk bertindak tegas kepada manajemen AirNav yang mengelola slot penerbangan.
"Masyarakat jangan sampai berkesimpulan Menteri BUMN melindungi pihak yang salah," ujar dia.
(mdk/bal)