DPD desak pemerintah perbanyak mudik gratis buat tekan pemudik motor
Banyaknya pemudik motor dinilai sebagai indikasi rendahnya perekonomian masyarakat.
Ketua PURT DPD RI, Habib Ali Alwi mendesak pemerintah agar mengingatkan masyarakat yang mudik mengutamakan faktor keamanan. Sebab, seringkali pemudik melupakan segi keamanan ketika berkendara di jalan.
"Salah satu indikator dari kesuksesan dalam menangani mudik bagi pemerintah adalah rendahnya tingkat kecelakaan, untuk itu pemerintah harus melakukan berbagai upaya untuk menekan faktor penyebab kecelakaan, salah satunya dengan menelusuri penyebab kecelakaan," kata Alwi dalam acara Dialog Kenegaraan di gedung DPD RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta (08/07).
Menurutnya, pengendara sepeda motor memiliki tingkat kecelakaan yang tinggi. Maka dari itu untuk menekan pemudik dengan motor pemerintah diminta memperbanyak sarana transportasi mudik gratis.
Alwi juga menyayangkan tiket kereta api yang habis jauh-jauh hari sebelum lebaran. Dia menduga kebanyakan tiket dibeli kalangan menengah ke atas.
"Program pro-rakyat dalam rangka mudik harus direalisasikan oleh Pemerintah, di antaranya dengan subsidi. Penggunaan kereta api untuk mudik harus dapat disubsidi atau bahkan akan lebih baik lagi jika dapat digratiskan, karena kereta api dinilai lebih aman dan terjangkau bagi masyarakat kecil," jelasnya.
Sementara, Pengamat Transportasi, Yayat Supriyatna menilai pilihan moda transportasi sepeda motor merupakan indikasi rendahnya perekonomian sebagian besar masyarakat Indonesia.
"Jika kondisi ekonomi masyarakat baik maka mereka akan cenderung memilih moda transportasi yang aman, seperti kereta api dan pesawat terbang," tandasnya.
Baca juga:
4 Penyelenggara mudik untuk Anda yang ingin gratis
Kurangi pemudik motor, Jasa Raharja sediakan mudik gratis
Jasa Raharja pakai dana penanggulangan kecelakaan buat mudik gratis
Mudik gratis, Jasa Raharja siapkan 500 bus dan tiga kereta api
Pelni: Dana Rp 7 M angkut pemudik gratis, kurang memadai
Wahana Kerahkan 30 Bus Eksklusif untuk Mudik Gratis
Lepas 2.500 pemudik gratis, Jokowi sampaikan 'salam 3 jari'