Dosen UIN: Banyak modus pesantren terlibat korupsi
"Kadang pesantren asal nerima saja bantuan dari pejabat atau siapapun."
Akademisi hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Hifdhil Alim, mengatakan banyak sekali modus yang bisa menjadikan pesantren terlibat dalam lingkaran korupsi, seperti bantuan untuk pembangunan dan uangnya itu hasil korupsi.
"Untuk modus pesantren terjebak dalam lingkaran korupsi itu banyak sekali modusnya dan salah satunya adalah sumbangan pembangunan dan uangnya adalah hasil korupsi, maka pesantren bisa masuk dalam lingkaran tersebut," kata Hifdhil.
Hal itu disampaikannya saat memberikan materi dalam rangka acara halaqoh Nahdliyyah anti korupsi, ikhtiar pesantren menghindari jebakan korupsi, di Aula PCNU Kabupaten Cirebon, seperti dikutip Antara, Selasa (19/4).
Dia menuturkan lingkaran korupsi bisa dilakukan siapa saja dan mengenai siapa pun yang menikmati hasil korupsi, baik tahu maupun tidak tahu.
Menurut dia, dengan asal menerima sumbangan uang hasil korupsi, maka siapapun bahkan lembaga keagamaan pesantren bisa masuk dalam lingkaran korupsi.
"Kadang pesantren asal nerima saja bantuan dari pejabat atau siapapun dan jika bantuan tersebut terbukti dari hasil korupsi, maka pesantren bisa masuk dalam lingkaran korupsi itu," ujar dia.
Menurut dia, semua yang terlibat dalam urusan pesantren yaitu pemuka agama harus diberikan pemahaman yang dalam tentang korupsi, sehingga nantinya mereka tidak bisa dengan mudah terjebak dalam kasus korupsi yang bisa saja menjerat pesantren yang tidak tahu.
"Para pemuka agama harus diberikan pemahaman yang dalam tentang korupsi, untuk mencegah keterlibatan dalam korupsi," ujarnya.
Ia menambahkan gerakan yang dilakukan oleh jaringan Gusdurian dan KPK dengan melatih serta memberikan pemahaman kepada pengurus pondok pesantren tentang korupsi, merupakan salah satu terobosan bagus.
Dan itu sangat dan harus dilakukan juga untuk pemuka-pemuka agama lainnya, agar mereka tidak terjerat oleh lingkaran korupsi yang semakin menjadi-jadi.
Baca juga:
Selama kabur dari pesantren, Kholid ngamen dan jual tisu di jalanan
Lomba baca kitab kuning bakal jadi program di daerah
Di hadapan santri, Menteri Imam Nahrawi baca kitab kuning
Dinkes Makassar turun tangan atasi wabah hepatitis di pesantren
Hepatitis merebak di pesantren lantaran diduga tak higienis