Donor darah di CFD, Plt Gubernur DKI sebut jadi peredam suhu politik
"Ya saya lihat ini cukup bagus lah, sesuai dengan tagline yang beredar Kita Semua Bersaudara," ujar Soni di kawasan car free day (CFD) Bundaran HI
Pelaksana tugas (plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono hari ini melakukan aksi donor darah yang diselenggarakan PT Transjakarta. Sumarsono pun menilai aksi donor darah seperti itu bisa dimanfaatkan sebagai 'peredam' memanasnya suhu politik saat kampanye Pilgub Jakarta 2017.
"Ya saya lihat ini cukup bagus lah, sesuai dengan tagline yang beredar Kita Semua Bersaudara," ujar Soni di kawasan car free day (CFD) Bundaran HI, Minggu (13/11).
Soni menilai kepentingan sosial mampu meredam suhu hangatnya iklim politik saat ini. Meski masih banyak beredar poster, spanduk, ataupun selebaran yang bernada ujara kebencian bersifat profokatif.
Soni pun tidak menampik jika hal-hal seperti itu masih terjadi, apalagi pasca aksi damai 4 November lalu. Oleh sebab itu, dia mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak menambah panasnya suhu politik dalam masa kampanye Pilgub DKI saat ini.
"Donor darah seperti ini kan bisa kita jadikan contoh, siapapun kita bisa donor darah demi kepentingan bersama. Ini baru yang dinamakan Kita Semua Bersaudara," jelasnya.
"Kalian kalau tidak suka dengan satu pasangan calon boleh, tidak mau memilih salah satu pasangan calon juga boleh. Tapi jangan menyebarkan hal hal yang bernada ujaran kebencian atau bersifat profokatif," pungkas sambungnya.
Peserta yang turut serta dalam aksi donor darah hari ini pun dinilai Soni cukup banyak. Setidaknya ada sekitar 1000 peserta yang ikut mendonorkan darah mereka.
"Tadi katanya ada 1000 lebih, ini cukup bagus lah," pungkas Soni.
Baca juga:
Sumarsono sebut DPRD DKI setuju lelang RSUD Tarakan dilanjutkan
Plt Sumarsono ogah buru-buru soal pembangunan rusun di Bantargebang
Pemprov DKI targetkan tak ada pohon tumbang hingga akhir tahun
Plt Gubernur tegaskan ASN tak netral di Pilgub DKI disanksi berat
Ke Pulau Seribu, Sumarsono sempat resmikan Kelurahan Pulau Kelapa
Sumarsono: Kepulauan Seribu harus jadi wisata internasional