Dokter Meninggal karena DBD, Viktor Laiskodat Sebut Telat Perawatan
Agnes Kristie Supangkat, seorang dokter jaga UGD di RSK Lindimara, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal dunia karena demam berdarah dengue (DBD). Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyebut dokter tersebut terlambat mendapat perawatan medis.
Agnes Kristie Supangkat, seorang dokter jaga UGD di RSK Lindimara, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal dunia karena demam berdarah dengue (DBD). Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyebut dokter tersebut terlambat mendapat perawatan medis.
"Ini karena telat perawatan, beliau itu datang ke rumah sakit HB-nya sudah di bawah. Itu menyebabkan dia tidak sempat tertolong. Itu karena keterlambatan saja sebenarnya," kata Viktor Bungtilu Laiskodat, Sabtu (5/3).
Viktor mengimbau masyarakat untuk cegah DBD di lingkungannya masing-masing, dengan cara menguras, menutup dan mengubur (3M).
"Kepada masyarakat untuk membersihkan lingkungannya masing-masing. Saya juga meminta teman-teman para bupati untuk menggerakkan masyarakatnya cegah DBD, sehingga tidak ada kematian," ujarnya.
Sebelumnya, Agnes Kristie Supangkat meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Umbu Rara Meha Waingapu, Selasa (1/3) lalu.
Dengan meninggalnya dokter tersebut, maka jumlah warga Sumba Timur yang meninggal akibat DBD, terhitung dari Januari-Maret 2022 ada dua orang.
Baca juga:
Dua Kabupaten di NTT Menetapkan Status KLB Demam Berdarah Dengue
DBD Mulai Ancam Sumsel, 5 Penderita Meninggal
140 Rumah Sakit di Jakarta Disiapkan Rawat Pasien Demam Berdarah Disertai Covid-19
PSI Ungkap Angka Demam Berdarah di Jakarta Mengkhawatirkan
Cucu Jokowi Sembuh dari DB, Gibran Minta Dinkes Fogging Kota Solo
Suhu Tubuh Tembus 40 Derajat Celcius Akibat DBD, Inul Daratista Beberkan Kondisi Anak