LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dokter Meninggal Akibat Covid-19 Bertambah, Total 117 Orang

Jumlah kematian dokter dan tenaga kesehatan di Indonesia akibat Covid-19 bertambah dua orang. Dua dokter tersebut berasal dari Jakarta dan Jawa Timur.

2020-09-18 16:28:04
Covid-19
Advertisement

Jumlah kematian dokter dan tenaga kesehatan di Indonesia akibat Covid-19 bertambah dua orang. Dua dokter tersebut berasal dari Jakarta dan Jawa Timur.

Dari data yang dihimpun oleh Tim Mitigasi PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dokter yang meninggal menjadi 117 orang. Sebelumnya, IDI mencatat ada 115 dokter yang telah meninggal dunia.

Ketua Tim Mitigasi PB IDI, dr Adib Khumaidi, menyebut angka kematian dokter yang semakin cepat dan tajam menunjukkan masyarakat masih abai terhadap protokol kesehatan. Padahal, imbauan itu berulang kali diserukan oleh para tenaga kesehatan dan pemerintah.

Advertisement

"Kami mewakili seluruh tenaga kesehatan di Indonesia memahami bahwa ada kebutuhan ekonomi yang juga perlu diperhatikan. Namun, kami meminta masyarakat sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid ini agar disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas kesehariannya. Hal ini bukan hanya untuk keselamatan para tenaga kesehatan, namun juga keselamatan diri mereka sendiri dan orang-orang disekitar," kata Adib, Jumat (18/9).

Di menegaskan, pandemi ini tidak akan pernah berakhir apabila tidak disertai peran masyarakat. Hal ini akan berdampak negatif bukan hanya pada kesehatan namun juga ekonomi secara berkepanjangan.

Adib menyebutkan ,bahwa dengan jumlah dokter yang berguguran maka menjadi pekerjaan besar untuk tetap bisa memberikan proporsional dalam pelayanan kesehatan. Para tenaga kesehatan kini menjadi benteng terakhir dalam penanganan Covid 19.

Advertisement

"Indonesia bahkan belum mencapai puncak pandemi gelombang pertama pandemi ini dikarenakan ketidakdisiplinan protokol kesehatan yang masif. Apabila hal ini terus berlanjut, maka Indonesia akan menjadi episentrum Covid dunia - yang mana akan berdampak semakin buruk pada ekonomi dan kesehatan negara kita," ujar dia.

Sementara, selaku Ketua Tim Protokol Tim Mitigasi PB IDI Dr Eka Ginanjar, mengatakan bahwa Jumlah kematian masyarakat dan tenaga kesehatan di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia.

Padahal dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan perilaku 3M yaitu selalu Mengenakan Masker, Menjaga Jarak, dan rajin Mencuci Tangan dengan benar, maka tingkat penularan dan kematian di semua lapisan dapat ditekan sebagaimana halnya di negara lain.

Dia mengungkapkan, studi ilmiah yang dipublikasikan di The Lancet menyebutkan bahwa penggunaan alat pelindung diri dalam protokol kesehatan sangat membantu mencegah penularan. Dengan Menjaga Jarak selama sekurangnya 1 (satu) meter, dapat mencegah penularan hingga 82 persen. Penggunaan masker sesuai standar dapat mencegah penularan hingga 85 persen. Sementara itu, penggunaan face shield saja hanya mencegah hingga 78 persen. Namun, lebih baik lagi bila menggunakan masker sekaligus face shield.

"Kasus penularan yang terkontrol di masyarakat akan mengakibatkan kolapsnya sistem kesehatan yang ditandai dengan tingginya tenaga kesehatan yang terpapar Covid dan sulitnya mencari tempat perawatan. Akibatnya, korban pasien COVID meningkat dan disertai juga peningkatan angkat kematian pasien NON-COVID. Tugas kami - para tenaga kesehatan- tidak akan ada artinya tanpa peran serta masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan," tutup Eka.

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.