Dn dan S tenggak ciu sebelum merampok penumpang angkot
Pelaku mengaku nekat merampok karena kondisinya di bawah pengaruh alkohol.
Dn (20) pelaku perampokan tukang sayur dalam angkot di Depok ternyata punya ritual khusus sebelum menjalankan aksinya. Dia mengaku menenggak ciu untuk agar tersugesti menjadi lebih berani.
Saat menjalankan aksinya, Dn mengajak rekannya S (15). S bersedia ikut merampok karena dijanjikan uang jajan.
"Sebelum itu (merampok dalam angkot), mabuk dalam mobil. Saya minumnya ciu. Minumnya sepanjang perjalanan," ujar Dn, Selasa (19/4).
Minuman itu dibawa sebelum Dn mengendarai angkot. Di bawah pengaruh alkohol, Dn mengendarai angkot 20 jurusan Sumber Arta menuju Pasar Perumnas. Ketika Sari naik, Dn langsung berniat merampok.
Dn merupakan sopir tembak. Dia meminjam angkot dari temannya. "Saya bukan sopir yang punya kendaraan. Cuma supir pengganti," ungkapnya.
S menceritakan, dia berada di Depok setelah mengunjungi temannya dari Kukusan, Beji. Dia mengaku nekat merampok karena kondisinya di bawah pengaruh alkohol. "Kondisinya saat itu saya sama dia (DN) dalam keadaan mabuk ciu," ceritanya.
Akibat perbuatannya, kedua pelaku masih diperiksa di Polresta Depok. Kasusnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut aparat Kepolisian.
Sebelumnya, seorang tukang ayam bernama Sari, 44 menjadi korban perampokan dalam angkot. Korban mengalami kerugian materi dan fisik lantaran dilempar dari dalam angkot. Sari sempat dirawat di rumah sakit akibat luka serius.
(mdk/noe)