DLH DKI Perbaiki Truk Sampah, Cegah Pencemaran Air Lindi ke RDF Rorotan
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta akan memperbaiki truk sampah compactor dan menambah armada baru guna mencegah kebocoran air lindi yang mencemari lingkungan menuju RDF Rorotan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengambil langkah serius untuk mengatasi masalah kebocoran air lindi dari truk pengangkut sampah. Upaya ini dilakukan demi mencegah pencemaran lingkungan, khususnya saat pengiriman sampah menuju fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan. Perbaikan dan penambahan armada truk compactor menjadi fokus utama untuk memastikan operasional yang lebih bersih dan efisien.
Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengupayakan verifikasi dan perbaikan kondisi truk sampah yang ada. Selain itu, untuk memperkuat kapasitas, DLH DKI juga berencana menambah 51 unit compactor baru pada tahun 2025. Armada baru ini secara khusus akan dialokasikan untuk mendukung pelayanan RDF Rorotan.
Pengiriman sampah ke RDF Rorotan sempat dihentikan sejak Kamis, 30 Oktober, menyusul adanya insiden kebocoran air lindi. Namun, dengan perbaikan dan penambahan truk sampah yang dipastikan aman dari kebocoran, pengiriman akan kembali dilakukan. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kebersihan lingkungan dan kelancaran proses pengolahan sampah.
Peningkatan Armada dan Penyesuaian Kapasitas Truk Sampah
Guna memastikan tidak ada lagi kebocoran air lindi, DLH DKI Jakarta tidak hanya fokus pada perbaikan truk compactor yang sudah ada, tetapi juga pada penambahan armada. Penambahan 51 unit truk compactor baru pada tahun 2025 menunjukkan komitmen DLH DKI dalam meningkatkan kualitas layanan pengangkutan sampah. Truk-truk baru ini akan memiliki kondisi yang optimal untuk operasional.
Selain penambahan unit, DLH DKI juga akan menerapkan penyesuaian kapasitas angkut truk sampah. Kebijakan ini diambil untuk meminimalisir risiko kebocoran, terutama saat sampah mengalami kompaksi. Asep Kuswanto menegaskan, "Sehingga kapasitas yang bisa satu truk sampah itu bisa 7 ton. Kita mungkin bikinnya hanya di 5 ton, supaya nanti pada saat air lindi itu dikompaksi, itu tidak melebih kapasitas dari tinggi air lindi itu.”
Penyesuaian ini diharapkan dapat mencegah air lindi meluap atau menetes keluar dari bak truk selama perjalanan. Dengan demikian, risiko pencemaran lingkungan di sepanjang rute pengangkutan sampah dapat ditekan secara signifikan. Langkah proaktif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang DLH DKI untuk pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Penyebab Kebocoran dan Status Operasional RDF Rorotan
Asep Kuswanto menjelaskan bahwa kebocoran air lindi yang terjadi sebelumnya sebagian besar diakibatkan oleh faktor cuaca. Curah hujan yang tinggi menyebabkan sampah menjadi lebih basah, sehingga volume air lindi yang dihasilkan meningkat dan berpotensi bocor dari truk sampah yang tidak optimal. Situasi ini menyoroti pentingnya armada yang kedap dan adaptif terhadap kondisi cuaca.
Meskipun pengiriman sampah ke RDF Rorotan sempat dihentikan sejak akhir Oktober, fasilitas pengolahan sampah tersebut masih terus beroperasi. Pengolahan sampah di RDF Rorotan baru akan berhenti pada pekan ini, setelah sebelumnya berhasil mengolah volume sampah yang signifikan. "Hingga Jumat dua pekan lalu, (sampah) sudah mencapai 1.200 ton," ujar Asep.
Asep menambahkan bahwa selama masa commissioning dari awal Oktober hingga minggu lalu, operasional RDF Rorotan berjalan tanpa masalah berarti. "Selama masa commissioning dari awal Oktober hingga minggu lalu, itu tidak menimbulkan masalah. Baru timbul masalah itu pada Kamis pekan lalu,” kata Asep. Insiden kebocoran air lindi dari truk sampah inilah yang kemudian memicu evaluasi dan perbaikan menyeluruh.
Sumber: AntaraNews